Tips Memilih Backpack

Backpackku baru berumur 3 tahun, tapi tiap hari dipakai

Ini adalah cerita mengenai kami memilih backpack yang menjadi teman hidup kami selama hampir 3 tahun ini. Sebagai sepasang pengembara yang nyaris tak pernah pulang rumah (bahkan rumah itu tidak ada lagi), backpack ini berfungsi sebagai lemari pakaian, meja tulis kantor, lemari obat, gudang penyimpan alat selam dan tripod, gayung alat mandi, dan rak pajangan boneka (loh?)

Sebagai tuna wisma, terkadang kami “pulang” ke rumah orang tua. Dalam kurun hampir 3 tahun ini (sejak April 2009), 2 kali ke rumah orang tua saya, dan 2 kali ke rumah orang tua Ryan. Kunjungan tersingkat adalah 10 hari, yang terpanjang adalah 3 bulan (disambi traveling juga). Biasanya di rumah ortu, kami dipinjami lemari pakaian. Namun terlebih dari “liburan di rumah ortu” tersebut, kami hidup dari backpack kami.

IndoRanselers 00 DuaRansel

Keluyuran di Macau (2011) – Bersama seluruh barang bawaan kami di dalam Dua Ransel.

Persiapan – membaca pengalaman orang lain memilih backpack

Setengah tahun sebelum kami berangkat traveling around the world (RTW), kami mulai membaca panduan cara memilih ransel. Saya membaca banyak ulasan di forum backpacker seperti BootsnAll dan berbagai artikel online.

Memilih tas yang tepat itu tidak mengacu pada 1 jenis backpack ideal, namun tergantung pada jenis dan selera traveling kita. Kadang backpack lebih versatil, tapi koper bisa lebih nyaman. Kadang top load backpack better, yang lain milih front load. Ukuran besar kadang memang perlu, namun semakin kecil semakin mudah memanuver medan. Saya tanya ke diri saya sendiri. Traveling saya nanti itu akan seperti apa? Ransel apa yang cocok buat kami?

Jenis traveling kami adalah keliling dunia jangka panjang. Jangka panjang ini bukan 2 minggu maksud saya, tapi tahunan. Supaya lebih praktis dan mudah memanuver, kami memilih backpack. Karena jarang pulang kampung, backpack harus secara rata-rata cocok di segala medan. Winter atau summer, hutan atau kota, tidak ada kesempatan balik kucing ke rumah ortu untuk “ambil backpack satunya”.

Saran dan rekomendasi dari para RTW travelers lah yang paling saya perhatikan, bukan hikers yang berfokus pada rambah alam dan tenda, atau pengikut setia tur yang jarang-jarang perlu mengangkut tas mereka. Di antara RTW pun masih banyak aliran yang berbeda-beda. Ada yang bawaannya banyak sekali, ada yang membawa barang minimum (light travelers). Traveling light-lah yang kami suka. Minimalist.

Amsterdam 2009

Pembelian – Memilih dan Membeli backpack

Beberapa bulan sebelum kami berangkat, kami mengunjungi beberapa toko traveling di Amerika Utara, seperti REI. REI ini mirip department store skalanya, tapi barang-barang travel semua. Dari melihat sekilas tentang travel stores di lebih dari 40 negara yang saya kunjungi di 5 benua, hanya Paris (kumpulan toko-toko Au Vieux Camper yang tersebar di kawasan beberapa blok) yang mampu menandingi skala REI ini. Jadi afdol banget lah, REI ini. Hati-hati kalap kalau ke sana!

Kriteria saya memilih backpack:

  • Bahan dan jahitan berkualitas tinggi. Harus tahan beban berat dan tahan banting.
  • Ada frame (internal) yang membantu distribusi berat dari bahu dan punggung ke pinggul.
  • Strap/sabuk pinggang dan strap dada ada. Strap ini dan strap2 lainnya adjustable
  • Walaupun kalau diangkat dengan tangan berat (selagi penuh barang), harus terasa ringan di pundak.
  • Front load / bukaan depan (seperti kopor), supaya akses ke isi ransel mudah.
  • Ukuran – Sekecil mungkin yang masih cukup untuk barang-barang saya. (40 hingga 50 L, ancer-ancer saya)

Saya mencatat banyak rekomendasi merk dan jenis ransel dari RTW backpackers, namun semua ini hanya bersifat referensi saja, buntutnya saya memilih yang paling sreg buat saya.

Tentang top load vs. front load:

  • Top load: Kata orang yang suka hiking di alam, top load unggul karena mereka sering meletakkan ranselnya di permukaan yang kotor. Mengublek-ublek barang-barang dari atas lebih praktis daripada harus menidurkannya di tanah dan membuka seluruh sisi lebarnya.
  • Front load: easy packing and unpacking. Kalau untuk penggunaan dalam kota, front load (seperti koper) punya kelebihan: permukaan membukanya lebar sekali, sehingga bisa puas mengublek-ublek barang. Semuanya tampak dan menatanya gampang seperti koper.

Punya saya dan Ryan? Front load.

Isi tas ransel saya. Semuanya dimasukin ke tas-tas kecil lagi (tapi kalau lagi malas, ya semburat sih)

Intip isi ransel Intip strategi ngepak baju ala gulung

Setelah memilih dari sekian banyak backpack di banyak toko, akhirnya kami memutuskan untuk membeli kombo backpack dan daypack. Daypack ini bisa dipasang di bagian luar backpack utama untuk ruang tambahan, atau dipakai di depan supaya jalan lebih seimbang, atau kalau tidak terlalu penuh, bisa dimasukkan ke dalam backpack utamanya. Kegunaan utamanya adalah seperti tas selempang, hanya saja ini dalam bentuk ransel mini dan bisa dipasang di ransel utama. Volume? Backpack utamanya sekitar 40-45 L, sedangkan daypacknya sekitar 10-20 L.

Backpack Dina

  • Eagle Creek Explorer Women’s Fit LT.
  • Kenyamanannya disesuaikan dengan bentuk tubuh wanita. Internal frame dengan adjustable torso length system, jadi bisa disesuaikan dengan tinggi torso/badan pemakainya.
  • Strap pinggul dan strap dada: checked! Adjustable pula. Strap pinggulnya empuk.
  • Banyak strap-strap lainnya, adjustable.
  • Backpack 43 L and daypack 20 L combo
  • No-matter-what-policy: If your luggage is ever damaged E.C. will repair or replace it free of charge (Belum pernah dipakai karena masih oke)
  • Travel shell: duffel bag longgar untuk melindungi backpack, misal kalau ingin dimasukkan ke bagasi pesawat terbang. Bisa digunakan sebagai rain cover juga.
  • Foam punggung nyaman: empuk dan ga bikin keringetan.
  • Tertarik? Mungkin susah carinya karena sudah digantikan oleh model yang lebih baru (discontinued).

 

Eagle Creek Explorer Womens Fit LT - Backpack Ransel Dina

Backpack Dina: Eagle Creek Explorer Women’s Fit LT (Klik untuk memperbesar gambar)

Waktu beli, angan-angannya membawa-bawa daypack dalam keadaan kosong, selempitkan di dalam main backpack. Kenyataannya, backpack-daypack selalu penuh, daypack bisa dicantolkan di backpack utama (belakang) atau dipakai di depan (rada lucu).

Travel shell (duffel bag) ini kadang berguna sebagai tas cadangan. Misalnya ketika saya berada di New Zealand di awal winter, kami terpaksa membeli jaket dan baju hangat tambahan. Kontan isi backpack mengembang. Jadilah duffel bag ini digunakan. Juga sewaktu kami pulang kampung ke rumah orang tua dan hendak membawa oleh-oleh bagi mereka, duffel bag ini kembali berperan.

I love my backpack, cocok banget buat saya. Apa bakal cocok buat anda juga? Mungkin sih, apalagi kalau wanita juga yang berbentuk badan mirip. Tapi nggak bisa jamin, karena kenyamanan backpack itu betul-betul tergantung pada bentuk tubuh pemakainya. Jadi harus dicoba sendiri baru putuskan, jangan terperangkap merk/model terkenal, atau omongan teman.

Bagaimana cara mengetahui backpack itu cocok buat anda atau nggak? Pertama, tanya diri sendiri dan baca-baca rekomendasi, ukuran mana yang pas untukmu.

Backpacking di Yunani, menyeberangi Laut Mediterania dengan kapal

Pulau Kreta 2009

Cara mencoba backpack di toko:

  • Masukkan beban puluhan kilo
  • Pasang ransel dengan lengkap dan semestinya
  • Adjust semua strap
  • Sabuk pinggul dan sabuk dada itu penting sekali, pasang dengan benar (saya nggak suka ngeliat orang yang nggak memanfaatkannya karena takut “kurang keren”, padahal ranselnya berat)
  • Jalan-jalanlah di toko agak lama sedikit.
  • Beban semestinya tersebar di seputar pinggul yang kuat, sehingga terasa relatif ringan. Bahu tak semestinya merasakan beban. Cepat capai kalau melibatkan bahu.
  • Perhatikan kualitas barang. Ingat ransel harus tahan banting. Di sini rekomendasi expert berperan, mereka tahu warning-waningnya.
  • Apapun yang terasa tidak sreg, akan berkali lipat sewaktu anda benar-benar berjalan nanti.
  • Jangan malu-malu untuk mencoba semua backpack di toko.
  • Dan kalau tak ada yang cocok, pindahlah ke toko lain. Ini bukan barang murah, sayang kalau tidak pas.
Macau 2011 - Ryan in the crowd with backpack

Macau 2011 – Berjalan di tengah kerumunan manusia dengan backpack

Toko ransel dan pilihan ransel di Indonesia

Terus terang saja saya agak buta mengenai toko traveling dan pilihan ransel di Indonesia, karena kami memanfaatkan kunjungan kami ke US yang koleksinya sangat lengkap untuk cari backpack. Berkat teman-teman di twitter, terutama @efenerr, @sukmadede, @inoerimbu, dan @alwin_pranata yang memberi banyak sekali masukan berharga, makasih ya!

Beberapa informasi yang teringat:

  • Beli secara online:
  • Produk dalam negeri juga banyak yang berkualitas tinggi, misalnya Eiger
  • Berbagai merk dalam negeri dan luar negeri dapat mudah ditemukan di toko-toko outdoor sport di Indonesia (terutama Jakarta)
    • Tandike: Jl. Cileduk Raya No.2, Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta 12230
  • Toko outdoor favorit saya, REI (Recreational Equipment Incorporated) dari USA, yang memiliki banyak toko di sono dan mempunyai banyak produk-produk merk toko juga, nggak ada hubungannya dengan merk Rei-nya Indonesia

Note: Kalau ada yang ingin menambahkan toko dan pilihan ransel di Indonesia, langsung saja tulis di bagian comment. Toko-toko outdoor boleh ikutan comment asalkan tidak spammy (spam akan di-delete, kebijakan saya jangan diganggu gugat), sebutkan lokasi dan contoh merk/jenis backpack yang kalian jual, serta lokasi/website anda.

Traveling light – volume dan berat seminimum mungkin

Dengan backpack dan daypack kombo 60L, berat backpack saya mencapai 15 kilogram lebih. Ini total, tak ada tas lain-lain lagi. Banyak atau sedikit menurut anda? Ada yang bilang terlalu berat, tapi pada umumnya yang berkata begini adalah traveler yang perginya singkat-singkat saja, 2-4 minggu top.

Copan Honduras 2011

Saya bukan wanita perkasa. Jujur saja kalau ini koper dengan berat yang sama, saya tidak akan kuat membawanya naik turun tangga ke lantai 4. Untuk saja ini backpack, yang begitu parkir di bahu, dan strap-strapnya dipasang dengan baik, jadi terasa ringan bagi saya.

Bagi traveling jangka panjang dan digital nomad seperti kami, yang travelingnya tahunan, bawaan segini dianggap sedikit. Istilahnya adalah “Traveling Light”. Sedikit ini mengingat bahwa kami harus membawa baju dan sepatu untuk segala medan yang kami inginkan, apakah itu winter atau summer. Formal atau santai. Diving goggles, laptop buat kerja, obat-obatan, dan sebagainya. Bayangkan kalau anda harus membawa kebutuhan kalian untuk setahun di dalam backpack lah.

Pernah melihat backpacker barat yang membawa 2 ransel berukuran besar, di depan dan di belakang, plus 1 daypack (ransel kecil)? Itu 100 liter lebih, saya tak dapat membayangkan membawa barang sebanyak itu. Kemarin saja sewaktu saya harus membawakan ransel Ryan plus ransel saya sendiri, dan tas kresek makanan, saya sempoyongan sampai sempat ditawari bantuan oleh orang Italia lewat. Dan sempat diketawakan oleh Ryan.

Traveling even lighter

Oke, lanjut!

Setelah 2 tahun traveling, idealisme kami berubah. Kami ingin membawa barang lebih ringan lagi! Saya hanya berhasil mengorbankan daypack 20 L saya. Bawaan saya sekarang hanyalah 1 backpack 43 L, segala sesuatu yang lainnya muat di situ. Saya bawa 2 jenis kecil: tas selempang dan tas ransel (corak batik) dari bahan kain yang bisa dilipat tipis dan disumpalkan ke dalam ransel. Semua barang saya bisa muat di ransel utama, rapi!

Legazpi Filipina 2012 – Dengan 38 L REI (bukan Indonesia’s Rei)

Program diet Ryan lebih berhasil lagi. Ransel utama lamanya yang 45-50 L dipensiunkan, dan dia memakai ransel yang lebih kecil lagi: 38 L. Daypack bawaan ransel lama tetap dibawa, tersisip rapi di dalam ransel yang baru. Ransel 38 L ini dibeli dari REI store di US, merknya merk toko REI itu juga. Ngobrol sama mas @efenerr kemarin, ternyata Indonesia juga punya merk Rei. Tapi Rei Indo dan REI Amerika ga ada hubungannya (cmiiw).

Total bawaan saya tak lebih dari 43 L, Ryan tak lebih dari 38 L. Beratnya? Saya 13 kg, Ryan 8 kg. Saya iri dengan bawaan Ryan yang 5 kilo lebih ringan, tapi salah saya sendiri kok ingin membawa ini itu! Kami tidak saling membawa-bawakan barang agar menyemangati diri sendiri untuk menjadikan bawaan semakin ringan. Maksudnya, kalau sampai membawa terlalu banyak, salah sendiri kalau berat!

REI Vagabond Tour 40 Travel Pack - Backpack Ransel Ryan

Backpack Ryan: REI Vagabond Tour 40 Travel Pack (Klik untuk memperbesar gambar)

Karena tas saya lebih berat padahal Ryan lebih kuat, saya jadi cepat lebih capai daripada dia. Jadi misi saya saat ini adalah mengurangi beban backpack saya. Kalau bisa jadi 10 kg, alangkah senangnya! Tapi belum bersedia mengorbankan barang apa pun dari dalam ransel. Lihat nanti!

Traveling itu tergantung selera, nggak terbatas definisi

Sebulan kemarin, ada yang mengetawakan pilihan backpack Ryan (38 L) untuk keliling dunia tahunan. “Untuk lelaki, 60 L dong minimal!”

Setelah saya cek, ternyata orang belum pernah ngelakuin jenis traveling kami. Lha kok pakai ngetawain Ryan? (Tapi buntutnya, saya curiga dia cuma ingin ngejual ransel ke kami).

Gini folks,

Some people will tell you they know the right way to pack and insist on following their recommendation of a certain kind of bag. But there’s really no one best way – it all depends on you and your personal style, and that’s something you learn by experience.

Happy traveling!

Dua Ransel romantis diikat di bagasi sebuah tricycle, Bohol Filipina

Ingin sharing tentang ransel kalian? Jenis ransel, ukurannya, toko belinya, atau tips lainnya… Tulis saja di kolom comment 🙂

Tips Cuci BajuTips Packing BajuTips HostelTips Mendanai TravelingTips Website Andalan BackpackersTips BahasaTips Colokan Listrik

Intip galeri IndoRanselers -Backpackers Indonesia

Tags: , , ,

152 Responses to “Tips Memilih Backpack”