Backpackku baru berumur 3 tahun, tapi tiap hari dipakai
Ini adalah cerita mengenai kami memilih backpack yang menjadi teman hidup kami selama hampir 3 tahun ini. Sebagai sepasang pengembara yang nyaris tak pernah pulang rumah (bahkan rumah itu tidak ada lagi), backpack ini berfungsi sebagai lemari pakaian, meja tulis kantor, lemari obat, gudang penyimpan alat selam dan tripod, gayung alat mandi, dan rak pajangan boneka (loh?)
Sebagai tuna wisma, terkadang kami “pulang” ke rumah orang tua. Dalam kurun hampir 3 tahun ini (sejak April 2009), 2 kali ke rumah orang tua saya, dan 2 kali ke rumah orang tua Ryan. Kunjungan tersingkat adalah 10 hari, yang terpanjang adalah 3 bulan (disambi traveling juga). Biasanya di rumah ortu, kami dipinjami lemari pakaian. Namun terlebih dari “liburan di rumah ortu” tersebut, kami hidup dari backpack kami.
Persiapan – membaca pengalaman orang lain memilih backpack
Setengah tahun sebelum kami berangkat traveling around the world (RTW), kami mulai membaca panduan cara memilih ransel. Saya membaca banyak ulasan di forum backpacker seperti BootsnAll dan berbagai artikel online.
Memilih tas yang tepat itu tidak mengacu pada 1 jenis backpack ideal, namun tergantung pada jenis dan selera traveling kita. Kadang backpack lebih versatil, tapi koper bisa lebih nyaman. Kadang top load backpack better, yang lain milih front load. Ukuran besar kadang memang perlu, namun semakin kecil semakin mudah memanuver medan. Saya tanya ke diri saya sendiri. Traveling saya nanti itu akan seperti apa? Ransel apa yang cocok buat kami?
Jenis traveling kami adalah keliling dunia jangka panjang. Jangka panjang ini bukan 2 minggu maksud saya, tapi tahunan. Supaya lebih praktis dan mudah memanuver, kami memilih backpack. Karena jarang pulang kampung, backpack harus secara rata-rata cocok di segala medan. Winter atau summer, hutan atau kota, tidak ada kesempatan balik kucing ke rumah ortu untuk “ambil backpack satunya”.
Saran dan rekomendasi dari para RTW travelers lah yang paling saya perhatikan, bukan hikers yang berfokus pada rambah alam dan tenda, atau pengikut setia tur yang jarang-jarang perlu mengangkut tas mereka. Di antara RTW pun masih banyak aliran yang berbeda-beda. Ada yang bawaannya banyak sekali, ada yang membawa barang minimum (light travelers). Traveling light-lah yang kami suka. Minimalist.
Pembelian – Memilih dan Membeli backpack
Beberapa bulan sebelum kami berangkat, kami mengunjungi beberapa toko traveling di Amerika Utara, seperti REI. REI ini mirip department store skalanya, tapi barang-barang travel semua. Dari melihat sekilas tentang travel stores di lebih dari 40 negara yang saya kunjungi di 5 benua, hanya Paris (kumpulan toko-toko Au Vieux Camper yang tersebar di kawasan beberapa blok) yang mampu menandingi skala REI ini. Jadi afdol banget lah, REI ini. Hati-hati kalap kalau ke sana!
Kriteria saya memilih backpack:
- Bahan dan jahitan berkualitas tinggi. Harus tahan beban berat dan tahan banting.
- Ada frame (internal) yang membantu distribusi berat dari bahu dan punggung ke pinggul.
- Strap/sabuk pinggang dan strap dada ada. Strap ini dan strap2 lainnya adjustable
- Walaupun kalau diangkat dengan tangan berat (selagi penuh barang), harus terasa ringan di pundak.
- Front load / bukaan depan (seperti kopor), supaya akses ke isi ransel mudah.
- Ukuran – Sekecil mungkin yang masih cukup untuk barang-barang saya. (40 hingga 50 L, ancer-ancer saya)
Saya mencatat banyak rekomendasi merk dan jenis ransel dari RTW backpackers, namun semua ini hanya bersifat referensi saja, buntutnya saya memilih yang paling sreg buat saya.
Tentang top load vs. front load:
- Top load: Kata orang yang suka hiking di alam, top load unggul karena mereka sering meletakkan ranselnya di permukaan yang kotor. Mengublek-ublek barang-barang dari atas lebih praktis daripada harus menidurkannya di tanah dan membuka seluruh sisi lebarnya.
- Front load: easy packing and unpacking. Kalau untuk penggunaan dalam kota, front load (seperti koper) punya kelebihan: permukaan membukanya lebar sekali, sehingga bisa puas mengublek-ublek barang. Semuanya tampak dan menatanya gampang seperti koper.
Punya saya dan Ryan? Front load.

Isi tas ransel saya. Semuanya dimasukin ke tas-tas kecil lagi (tapi kalau lagi malas, ya semburat sih)
Setelah memilih dari sekian banyak backpack di banyak toko, akhirnya kami memutuskan untuk membeli kombo backpack dan daypack. Daypack ini bisa dipasang di bagian luar backpack utama untuk ruang tambahan, atau dipakai di depan supaya jalan lebih seimbang, atau kalau tidak terlalu penuh, bisa dimasukkan ke dalam backpack utamanya. Kegunaan utamanya adalah seperti tas selempang, hanya saja ini dalam bentuk ransel mini dan bisa dipasang di ransel utama. Volume? Backpack utamanya sekitar 40-45 L, sedangkan daypacknya sekitar 10-20 L.
Backpack Dina
- Eagle Creek Explorer Women’s Fit LT.
- Kenyamanannya disesuaikan dengan bentuk tubuh wanita. Internal frame dengan adjustable torso length system, jadi bisa disesuaikan dengan tinggi torso/badan pemakainya.
- Strap pinggul dan strap dada: checked! Adjustable pula. Strap pinggulnya empuk.
- Banyak strap-strap lainnya, adjustable.
- Backpack 43 L and daypack 20 L combo
- No-matter-what-policy: If your luggage is ever damaged E.C. will repair or replace it free of charge (Belum pernah dipakai karena masih oke)
- Travel shell: duffel bag longgar untuk melindungi backpack, misal kalau ingin dimasukkan ke bagasi pesawat terbang. Bisa digunakan sebagai rain cover juga.
- Foam punggung nyaman: empuk dan ga bikin keringetan.
- Tertarik? Mungkin susah carinya karena sudah digantikan oleh model yang lebih baru (discontinued).
Waktu beli, angan-angannya membawa-bawa daypack dalam keadaan kosong, selempitkan di dalam main backpack. Kenyataannya, backpack-daypack selalu penuh, daypack bisa dicantolkan di backpack utama (belakang) atau dipakai di depan (rada lucu).
Travel shell (duffel bag) ini kadang berguna sebagai tas cadangan. Misalnya ketika saya berada di New Zealand di awal winter, kami terpaksa membeli jaket dan baju hangat tambahan. Kontan isi backpack mengembang. Jadilah duffel bag ini digunakan. Juga sewaktu kami pulang kampung ke rumah orang tua dan hendak membawa oleh-oleh bagi mereka, duffel bag ini kembali berperan.
I love my backpack, cocok banget buat saya. Apa bakal cocok buat anda juga? Mungkin sih, apalagi kalau wanita juga yang berbentuk badan mirip. Tapi nggak bisa jamin, karena kenyamanan backpack itu betul-betul tergantung pada bentuk tubuh pemakainya. Jadi harus dicoba sendiri baru putuskan, jangan terperangkap merk/model terkenal, atau omongan teman.
Bagaimana cara mengetahui backpack itu cocok buat anda atau nggak? Pertama, tanya diri sendiri dan baca-baca rekomendasi, ukuran mana yang pas untukmu.
Cara mencoba backpack di toko:
- Masukkan beban puluhan kilo
- Pasang ransel dengan lengkap dan semestinya
- Adjust semua strap
- Sabuk pinggul dan sabuk dada itu penting sekali, pasang dengan benar (saya nggak suka ngeliat orang yang nggak memanfaatkannya karena takut “kurang keren”, padahal ranselnya berat)
- Jalan-jalanlah di toko agak lama sedikit.
- Beban semestinya tersebar di seputar pinggul yang kuat, sehingga terasa relatif ringan. Bahu tak semestinya merasakan beban. Cepat capai kalau melibatkan bahu.
- Perhatikan kualitas barang. Ingat ransel harus tahan banting. Di sini rekomendasi expert berperan, mereka tahu warning-waningnya.
- Apapun yang terasa tidak sreg, akan berkali lipat sewaktu anda benar-benar berjalan nanti.
- Jangan malu-malu untuk mencoba semua backpack di toko.
- Dan kalau tak ada yang cocok, pindahlah ke toko lain. Ini bukan barang murah, sayang kalau tidak pas.
Toko ransel dan pilihan ransel di Indonesia
Terus terang saja saya agak buta mengenai toko traveling dan pilihan ransel di Indonesia, karena kami memanfaatkan kunjungan kami ke US yang koleksinya sangat lengkap untuk cari backpack. Berkat teman-teman di twitter, terutama @efenerr, @sukmadede, @inoerimbu, dan @alwin_pranata yang memberi banyak sekali masukan berharga, makasih ya!
Beberapa informasi yang teringat:
- Beli secara online:
- PASAR OANC : Pusat Penjualan Peralatan Outdoor (via forum kaskus)
- Tandike Indonesia – Ada tokonya juga di Jakarta, sering diskon miring
- Produk dalam negeri juga banyak yang berkualitas tinggi, misalnya Eiger
- Berbagai merk dalam negeri dan luar negeri dapat mudah ditemukan di toko-toko outdoor sport di Indonesia (terutama Jakarta)
- Tandike: Jl. Cileduk Raya No.2, Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta 12230
- Toko outdoor favorit saya, REI (Recreational Equipment Incorporated) dari USA, yang memiliki banyak toko di sono dan mempunyai banyak produk-produk merk toko juga, nggak ada hubungannya dengan merk Rei-nya Indonesia
Note: Kalau ada yang ingin menambahkan toko dan pilihan ransel di Indonesia, langsung saja tulis di bagian comment. Toko-toko outdoor boleh ikutan comment asalkan tidak spammy (spam akan di-delete, kebijakan saya jangan diganggu gugat), sebutkan lokasi dan contoh merk/jenis backpack yang kalian jual, serta lokasi/website anda.
Traveling light – volume dan berat seminimum mungkin
Dengan backpack dan daypack kombo 60L, berat backpack saya mencapai 15 kilogram lebih. Ini total, tak ada tas lain-lain lagi. Banyak atau sedikit menurut anda? Ada yang bilang terlalu berat, tapi pada umumnya yang berkata begini adalah traveler yang perginya singkat-singkat saja, 2-4 minggu top.
Saya bukan wanita perkasa. Jujur saja kalau ini koper dengan berat yang sama, saya tidak akan kuat membawanya naik turun tangga ke lantai 4. Untuk saja ini backpack, yang begitu parkir di bahu, dan strap-strapnya dipasang dengan baik, jadi terasa ringan bagi saya.
Bagi traveling jangka panjang dan digital nomad seperti kami, yang travelingnya tahunan, bawaan segini dianggap sedikit. Istilahnya adalah “Traveling Light”. Sedikit ini mengingat bahwa kami harus membawa baju dan sepatu untuk segala medan yang kami inginkan, apakah itu winter atau summer. Formal atau santai. Diving goggles, laptop buat kerja, obat-obatan, dan sebagainya. Bayangkan kalau anda harus membawa kebutuhan kalian untuk setahun di dalam backpack lah.
Pernah melihat backpacker barat yang membawa 2 ransel berukuran besar, di depan dan di belakang, plus 1 daypack (ransel kecil)? Itu 100 liter lebih, saya tak dapat membayangkan membawa barang sebanyak itu. Kemarin saja sewaktu saya harus membawakan ransel Ryan plus ransel saya sendiri, dan tas kresek makanan, saya sempoyongan sampai sempat ditawari bantuan oleh orang Italia lewat. Dan sempat diketawakan oleh Ryan.
Traveling even lighter
Oke, lanjut!
Setelah 2 tahun traveling, idealisme kami berubah. Kami ingin membawa barang lebih ringan lagi! Saya hanya berhasil mengorbankan daypack 20 L saya. Bawaan saya sekarang hanyalah 1 backpack 43 L, segala sesuatu yang lainnya muat di situ. Saya bawa 2 jenis kecil: tas selempang dan tas ransel (corak batik) dari bahan kain yang bisa dilipat tipis dan disumpalkan ke dalam ransel. Semua barang saya bisa muat di ransel utama, rapi!
Program diet Ryan lebih berhasil lagi. Ransel utama lamanya yang 45-50 L dipensiunkan, dan dia memakai ransel yang lebih kecil lagi: 38 L. Daypack bawaan ransel lama tetap dibawa, tersisip rapi di dalam ransel yang baru. Ransel 38 L ini dibeli dari REI store di US, merknya merk toko REI itu juga. Ngobrol sama mas @efenerr kemarin, ternyata Indonesia juga punya merk Rei. Tapi Rei Indo dan REI Amerika ga ada hubungannya (cmiiw).
Total bawaan saya tak lebih dari 43 L, Ryan tak lebih dari 38 L. Beratnya? Saya 13 kg, Ryan 8 kg. Saya iri dengan bawaan Ryan yang 5 kilo lebih ringan, tapi salah saya sendiri kok ingin membawa ini itu! Kami tidak saling membawa-bawakan barang agar menyemangati diri sendiri untuk menjadikan bawaan semakin ringan. Maksudnya, kalau sampai membawa terlalu banyak, salah sendiri kalau berat!
Karena tas saya lebih berat padahal Ryan lebih kuat, saya jadi cepat lebih capai daripada dia. Jadi misi saya saat ini adalah mengurangi beban backpack saya. Kalau bisa jadi 10 kg, alangkah senangnya! Tapi belum bersedia mengorbankan barang apa pun dari dalam ransel. Lihat nanti!
Traveling itu tergantung selera, nggak terbatas definisi
Sebulan kemarin, ada yang mengetawakan pilihan backpack Ryan (38 L) untuk keliling dunia tahunan. “Untuk lelaki, 60 L dong minimal!”
Setelah saya cek, ternyata orang belum pernah ngelakuin jenis traveling kami. Lha kok pakai ngetawain Ryan? (Tapi buntutnya, saya curiga dia cuma ingin ngejual ransel ke kami).
Gini folks,
Some people will tell you they know the right way to pack and insist on following their recommendation of a certain kind of bag. But there’s really no one best way – it all depends on you and your personal style, and that’s something you learn by experience.
Happy traveling!
Ingin sharing tentang ransel kalian? Jenis ransel, ukurannya, toko belinya, atau tips lainnya… Tulis saja di kolom comment
Tips Cuci BajuTips Packing BajuTips HostelTips Mendanai TravelingTips Website Andalan BackpackersTips BahasaTips Colokan Listrik












































awesome…luarbiasa tips-nya.
semoga bermanfaat bagi para pembaca yang hobi travelling pakai tas model backpack seperti kalian.
cool
Makasih banget dukungannya ya Don ^^ Kamu sama bojomu (plus anak2) kalo backpackingan kasih tau ya, hihi, ingin liat fotonya.
Sip banget cerita dan tipsnya, Dina. Thanks for sharing.
Selama ini aku traveling pakai koper dan daypack. Baru akan mulai bacpackeran keliling Jawa nanti bersama 2 precils. Jd tipsmu pas bgt buat bekal pilih2 ransel yg pas. Mgkn aku gak terlalu rewel pilihnya krn travelingnya gak lama, paling seminggu-sebulan. Cuman aku menghindari warna hitam, hehe.
Kalau Little A sih gampang, asal backpack warna pink aja
Lol, aku tadinya mo backpack warna ijo tua olive, ada serinya backpackku yg warna itu, berdasar website. tapi gak nemu gara2 ini udah mulai digantikan dengan model barunya (yang 10 L lebih gede). Jadinya punyaku item. Ada untungnya lho mbak, pake item: pake baju apa aja serasi *nah kok* haha..
Buat Little A, hihi, pasti gampang lah cari backpack pink, yang ukuran gede aja ada ^^
Salut banget lho, mo backpacking ama anak2! Nggak kebayang saya
Berguna banget bagiku yg lagi galau pingin ransel baru (lagi nabung)

ya tips nya.
Ada sedikit kesamaan, suka masukin barang-barang ke tas-tas kecil dulu, agar lebih rapi. Tapi aku pake tas “keresek”
Untuk pilahan ransel, pengennya sih yg ukuran 30L-35L (cuma isi pakaian aja) kalo bisa yg warnanya hijau pucat zaitun, hehe
Thank you so much
Tapi jadi semakin galau, karna di sini ga sekomplit di luar negri.. LOL
Wow leq, kok selera warna kita sama ya! di draft artikel sempet aku tulis kalo aku ngincer ransel ijo tua olive (well, pucet vs tua, beda dikit lah, sesuai dengan orangnya, hahaha), berdasar website, mereka pernah buat. tapi gara2 diskontinyu, stoknya dikit, adanya item aja (sama warna ngejreng jenis oranye atau apah gitu, saya ga pede)
Makasi tipsnya Din..
Tahun kemaren aku asal beli, trus nyesel. Sekarang baru mau cari2 lagi..
Wah, napa yang dibeli taun lalu mbak? nggak pas ya? share dong
Alasan pilih ransel itu juga udah salah : karena modelnya keren dan warna merah, hehehehe… Amatir banget. Nyoba di tokonya juga tanpa beban (kosong), jadi rasanya baik-baik aja. Begitu dipake jalan jauh dan full load, baru deh merasa ada yg salah
nggak sesuai dgn kebutuhanku juga. Maunya travel light,ransel selalu masuk kabin karena gak rela beli bagasi, tapi tasnya sendiri udah berat. Setuju sama oleq, disini nggak banyak pilihan tas bagus
Hihi, at least keren Mbak… Tapi emang backpack kosong menipu banget. Aku ya sampe saat ini kalo beli tas selempang masih ngasal dan sering nyesel. Ga belajar dari pengalaman (dan blogpost) sendiri, hahaha
wuih keren cuma 8kg, :p.. rekor teringanku pergi 8hari dengan tas 7kg pas pulang.. masih susah bawa sedikit karena hobi ganti baju
kalo pas sempet laundry lumayan sih… tapi sekarang udah lumayan makin ringan karena alasannya males beli bagasi, :p
LOL, emang salah satu daya tarik travel light ini adalah masalah bagasi ^^ Nakalan itu Um, 8 kg. Ga mau bantu bawa tripod blas, haha (katanya, yang ingin bawa tripod kan bukan dia). Tapi tripodku bukan yang gede2 itu, ringan banget, bahannya dari pipa tenda!
wiiih keren keren ahahaha, klo saya pribadi suka yang light, yang enteng2 aja deh yak, orang kadang seminggu bawa baju 1 biji hehehe. punya saya hanya 30L deh.
kan udah tuh cara milih backpack, tulis juga dong gimana cara nyucinya hehehe
seminggu 1 baju, kalah saya, hahaha
nyuci backpacknya……. *kabur dulu*
Kalo aq pake Eiger yg seri Hikeholic, tapi rasanya msh belum puas mbak…kayaknya tas dah besar tp kapasitasnya kecil karena internal frame yg membantu sirkulasi udara di punggung ternyata mengurangi kapasitas tas dan menyulitkan ketika packing barang, apalagi kalau bepergian bawa laptop. Selama ini saya siasati bawa softcase laptop yg ada selempangnya jadi bisa ditaruh di luar tas. Hanya cara ini menyulitkan ketika perlu jalan dg jarak yang jauh. Mau beli backpack dg kapasitas besar yang sudah ada tempat laptop masih belum ketemu yg pas apalagi yang bisa dg mudah masuk kabin pesawat hehe
oya..dulu pernah pakai daypack merk South Merapi kapasitas 40L, asli buatan Surabaya. Harga murah meriah, tapi awetnya bertahun-tahun, kalah di lapisan bawah tas karena sering dilemparin gitu aja..hehehe
Rekornya dulu bawa beban 10kg u/ susur pantai selama 5 hari dengan bawaan :
- baju 3 stel
- sandal, perlengkapan mandi dan sholat
- matras, ponco, sleeping bag
- bahan makanan
- peta topografi, kompas, alat tulis,dll
hebat banget kalo bisa bawa alat kemping dalam 10 kilo!! Iri saya, hahaha… Tapi ini alat elektronik emang mberat-mberati ya….
iya emang pakai tas selempang kalu pas harus bawa backpacknya juga jadi reseh. Aku sebisa mungkin semua masuk ke backpack utama. Saat ini, gara2 sempat kalap belanja di Luang Prabang (jarang2 kalap gini, tapi wis kasep), tas mulai beranak.
Ya memang tantangannya, gimana bisa masuk kabin
Tapi siasatku gini.
Backpackku kalo pas penuh banget, jadi gembung dan ga muat di kabin. Saat itulah isinya aku keluarkan sedikit, taruh di tas selempang/daypack, sehingga backpack jadi muat. Plus repot dikit bawa tas kedua. Tapi begitu sampe di tempat tujuan, bisa diselempitin lagi ke dalam backpack. Ini kalo punya tipe backpack yg ga terlalu rigid framenya.
Sirkulasi udara di punggung emang bikin nyaman sih
by the way ini backpack ku http://eigeradventure.com/content/excelsior-55 what do you think? tp so far belum eprnah di pakai maksimal siisnya, 8 hari pun pake yg super minimal hihihihi
Kayaknya asyik ya banyak kantung2nya
Pasti punya Harry yang merah ya? Kalo untuk backpacking ke kota2 kayak kita gini (bukan rambah gunung), seharusnya 55L itu udah cukup tanpa harus bawa daypack di luar itu. Maksudnya, daypack/messenger bag kalo bisa dimasukin ke dalamnya kalo mo bergerak dengan backpack, jadi ga banyak benda gelantungan di badan. Ntar kalo backpacknya udah nangkring dengan manis di penginapan, baru daypacknya keluar. Cukup kan?
hohoho gitu ya, ternyata milih backpack aja cukup ribet ya, saya juga gak pernah mikirin baju buat berapa hari, berat backpack berapa. jadinya kadang kerasa berat juga hahaha
LOL, iya, ini takut ga kuat bawanya di jalan ^^
kata-kata terakhirnya bener bgt…setiap org punya gaya travelling masing-masing dan punya barang wajib yang wajib dibawa setiap mereka travelling
abis baca ini baru tau ada backpack front load?kayakny gw yg jarang survey di toko2 indonesia
Ntar kalau sudah survey di toko2 lokal, let us know ya, ada atau nggak
Sis,mau tanya :
1.kan wlpn qta travel,pasti ga mngkin kan backpack nya di bawa2 mulu,misal tngglin di hotel/hostel,nah jdi kl bawa backpack yg literannya lbh bsr bknnya gapapa y?(msh galau mana yg lbh tepat,mw beli soalny,hehehe)
2. Kalau mw travel tp perginya ga mw bli bagasi,gmn cra ngakalinnya?
3. Gimana ya carannya,saya mw cb pakai backpack tapi biasannya ole2 nya bnyak bgt,menurut pendapat sist,brp liter backpack yg harus saya beli?hmm kl bsa bih agak d sangkutin d pertanyaan no.2… Hehehe,,,thanks before xxx
Halo Mba Riani

Backpack besar nggak muat di kabin, harus masuk bagasi. Backpack seukuran punya saya muat di sebagian besar kabin pesawat (gratis) kecuali beberapa discount airlines yang aturan kabinnya sekarang ketat banget (tas tangan only).
1. Kalau ingin bawa yang lebih besar gpp sih, kenyataannya banyak backpackers yang bawa backpack lebih besar atau bawa 2. Tergantung gimana traveling stylenya. Ke penginapannya gimana? Naik taksi dari bandara? Atau rencana naik bis kota yang mungkin penuh sesak, terus harus jalan kaki puluhan menit di tempat ramai? Pakai backpack yang lebih kecil memudahkan kita memanufer dan tidak terlalu berat di punggung, apalagi kalau jalannya nanjak
Semakin kecil backpacknya, semakin bisa menikmati suasana lokasi ketika jalan dengan backpack tersebut waktu pindahan. Kan ga selalu kembali ke tempat tsb. Pernah saya jalan2 di pasar tradisional yang ramai dengan backpack. Juga pernah jalan-jalan di Macau dengan backpack (waktu itu ke Macau dengan cara naik ferry dari Hong Kong, bbrp jam kemudian flight dari Macau ke Filipina).
2. Pakai backpack/koper yang kecil, “cabin size”.
Ini berkaitan dengan no 1 juga
Atau cari penerbangan yang bagasinya gratis.
3. Kalau bagasi gratisan sih (biasanya ada aturan maksimal kilonya), bawa tas lipat aja. masukan oleh2 di tas lipat, masuk bagasi, beres. Tapi terus jadi bawa2 tas tambahan. Kalau langsung pulang kampung sih gpp.
Kalau backpacknya besar, berangkat jangan dipenuhin, biar sisanya bisa dipakai buat oleh2.
Tapi, ingin semua barang bisa masuk kabin? Ya backpack harus kecil (cabin size). Berangkat bawa barang dikit supaya oleh2 bisa masuk.
Alternatif lain, paketin oleh-olehnya. Tapi paket internasional bisa ratusan ribu rupiah, ini juga kalau ringan.
Alternatif lain lagi, ga beli suvenir banyak2, atau beli suvenir yang kecil2/tipis2.
Semoga membantu
backpack saya rei juga, tapi yg indonesia. heheh.. pengalaman ngangkut yg terberat itu waktu keliling sumatera kemarin 11 hari, 10 kg.
Kalau 10 kg adalah yang terberat, hebat itu traveling lightnya, saya iri
enak banget nih, krn round-the-world traveling, jadi nggak ribet dititipin ini itu ini itu buat oleh2.. hiks..
betul
kaaaa itu tas kecil kecil nyaa bisa beli dimana yaa?
Granite gear namanya, do toko traveling pas di amrik taip itu pun jarang, pesen lewat website terus diambil di toko outdoor terdekat baru dapet yg ukurannya aku inginkan ^^
mbak…ngiriii deh sama mbak…hahah…setiap traveller jadi bahan ke-iri-an saya.
kalo saya backpack punya eiger women series…sbenernya emg agak gede utk ukuran tubuh saya yg mini. tapi gak apalah…mau cari2 yg lbh kecil dan sesuai kriteria yg mbak ceritakan rada susah, dan uangnya blm ada jg. hehe
mau tanya mbak…travelling terus / travelling tahunan gt perlu ngumpulin uang brp mbak? mbak travellingnya sambil kerja ya?
yang penting nyaman kan? hehehe
Ini tentang gimana kami mendanai traveling jangka panjang ini
http://www.duaransel.com/tips-2/travel-tips/10-tips-mendanai-traveling-jangka-panjang/
Hebat Mba! Lha saya kl travelling itu kamera, handycam, handphone plus semua chargernya udah hampir menuhin tas.. hehehehe… salut keliling dunia cm 2 ransel!
banya yang harus dikorbankan memang, hihihi X)
ransel ukuran 50an lt buat backpackeran yg ada tempat netbooknya merk n tipe ap ya yg nyaman dipakai???
makasii
silakan ceikodt langsung ke toko2 outdoor aja
Netbook banyak aneka ukuran. ransel juga. cari yg mana yg coco. punyaku ga ada slot khususnya, hore2 aja so far
Salam mbak…
artikel yang bagus banget ini, salut banget bisa light travelling keliling dunia..
Kalau saya mode travellingnya 1 backpack untuk bertiga. Saya, Istri dan Anak saat ini 18 bulan. Terakhir ke thailand seminggu..
Backpack yang saya pakai Deuter Quantum 55liter dengan frontloading juga, dan cukup banget buat bertiga. total beban hanya 11 Kg, yang seharusnya masih bisa lebih ringan lagi sampai 9Kg.. gara gara toiletries yang lumayan (buat anak) dan istri kekeuh bawa hairdryer.. hihih maklum lah wanita
Wow, saya salut banget ama yang traveling ama anak lho!! 11 kilo buat bertiga, kalian hebat packing lightnya =) Jadi istri ga bawa apa-apa dong selagi Ifan yang manggul backpacknya? *Lirik Ryan*
Hairdryer, lol =) Aku dulu sempat bawa hairdryer buat traveling, ukurannya kecil, 10x15x2 cm. Tapi dayanya juga kecil, ga sabar buat keringkan rambut. Kepakenya malah buat ngeringin cucian (darurat), hehe
hehheeh
iya bu..
kalau Mbak Dina dan Mas Ryan kan menunda anak dan travelling..kita juga sempat menunda. tapi TIDAK travelling (nasiiib)…
Kalau kita justru Travelling mumpung anak belom sekolah.. hahahah
kalau udah sekolah.. udah deh langsung locked tergantung liburan (which is MAHAL)
Iyah Istri sih bawa daypack sambil gendong si kecil.. kadang si kecilnya sih mau jalan.. tapi kebanyakan minta digendong.. istri sempet ngotot bawa stroller.. tapi saya yang OOOH NO NO NO NO NOOOO.. sempet mau beli yang Kid Carrier backpack gitu.. tapi susah banget nyarinya dan suka kehabisan stok
Btw saya selalu compact kan isi tas dengan vacuumed travel bag..yang model roll digulung, sangat berguna bisa memampatkan pakaian hingga hemat volume 25%-50%..
resiko: baju lecek..
but then again.. emang penting ya kalau traveling baju harus wrinkle free ?? hihihihihih
salam ya buat mas Ryan..
sesama programmer nih.. tapi saya lebih di web dev nya
Seru banget!! Ntar kalo one day kami punya anak, bisa nih dipakai tips2 mas mbak
Salam buat istri dan anak!!
Eh, si istri sih, ga gendong backpack karena gendong si kecil ya? hehehhee
Halo mbak dina,
Aku ngiri banget sama mbak yg udah RTW dengan bawaan seminimal itu. Aku masih amatir banget ini hehe. Mau nanya dong mbak, kalo backpack 40L atau 45L bisa masuk cabin ga ya? Kalo ga bisa sayang juga beli bagasi. Dulu aku pernah sempet kehilangan barang pas masukin ke bagasi. Makanya sekarang jd agak was-was klo mau masukin ke bagasi, dan waktu itu pernah juga maksain ga beli bagasi karna udh PD muat di cabin taunya harus beli bagasi karna overload hahaha. Next tripku nanti sekitar 13harian aku mau pake backpack 40L/45L. Nah tadi itu aku mau nanya, backpack segitu bisa masuk cabin ga? Kalo seandainya dimasukin ke bagasi gimana caranya biar barang tetep aman ya mbak?
Thanks
Alo Astri
Backpackku 43L, muat dalam kabin kok. Cuma perlu diperhatikan, muat di kabin atau nggak itu ukurannya bukan di liter-nya, tapi di dimensi panjang lebar dan tinggi. Kebanyakan airlines, aturannya cukup standar. Coba Astri ke website airlinesnya utk pastikan (atau di bagian belakang tiket/bagian bawah elektronik itinerary).
Mereka juga menerapkan berat maksimum (bisa 7kg, 10kg, dsb)
Siasat untuk bawa lebih dari itu, semua carry on: masukkan ke “tas tangan”, terutama yang berat2. (Tapi hati2, ada airlines yang aturan berat maksimumnya berlaku untuk berat total, bukan berat carry on luggage)
Tips checked in luggage supaya aman: dikunci
Silahkan cek di keterangan airlinesnya, untuk kelas yang benar (ekonomi dan bisnis biasanya beda)
Semoga bisa membantu
Saat ini saya.., berdua dengan anak saya sedang dalam proses untuk memilih backpack..akan tetapi masih kebingungan harus seperti apakah barang itu. Nah, tulisan anda akan membantu saya.., cuma ketersediaan di Indonesia masih kami pertanyakan.
Sudah nemu belum mas? Mudahkan cari backpack ukuran anak-anak? Salam buat keluarga
hai Dina! Salam kenal..^_^
Aku baru nemu nih tulisan kamu, kerennn bgt!! Penjelasannya komplit.
Kebetulan skrg aku lagi nyari2 backpack yg cocok untuk aku. Deuter ACT Trail 28 SL bagus gak yah? Aku pilih yg ukuran ga besar karna mau masuk bagasi, biar hemat biaya bagasi ;P
Liat2 di internet, banyak yg palsu kata org, gimana yah cara bedain backpack yang palsu dan yang ORI? Trus klo di Indonesia, dimana yah tempat belinya yang terjamin barang ORI?
maaf baru baca koennya sekarang ^^
Gimana, sudah nemu backpacknya? nyaman kah?
wua mbak dina, jd pengen coba travelling ke luar negeri. tp belom brani nih. hehehe.maklum msh backpacker local. soalnya kadang ada dana kadang juga kagak. tp kalo masalah ransel. aku lebih suka pake tasnya ransel tempur tentara gt mbak. selain biaya murah ya aku suka . hehehe. oya kapan saya bisa kontak mbak , mau byk tanya tanya mbak.
Indonesia luas dan cantik banget, backpacking lokal pun pasti seru dan berkesan banget
Ransel tentara, yang ijo tua, atau yang blonteng-blonteng? hehe
Kalau mau imel boleh, tapi saya mungkin lebih responsif lewat twitter @DuaRansel. Soalnya kalo lewat imel, sering malah tertunda terus lupa ^^
salam hangat dari canada
Wah… berguna banget tuh mba infonya.
Bener juga apa yang ditulis diartikel, kenyamanan gak kalah penting ^_^
Backpack ku Deuter Futura 40 EL. Aku sengaja cari ukuran besar untuk naruh barang bawaan yang sekiranya penting untuk ku bawa perjalanan jauh
tapi aku gak sehebat mba Dina yang jangka waktunya tahunan.. Salut deh buat hobbynya, semoga bisa menyusul dan teruskan ^_^
Hihi, salam petualangan ya
40L sip deh, cukup besar, tapi masih bisa terangkat dgn nyaman, dan cukup kecil untuk masuk kabin pesawat biasanya
Makasih share info dan tipsnya mb dina ^.^
Mupeng abis lihat jejak perjalanannya mba dina
Sama-sama
Selama ini saya pake deuter yg 40 + 10 Liter, yang versi lite karena ringan (sekitar 1.3 kg kosong). Memang saya sampai saat ini traveling paling lama cuma 3-4 minggu. Tapi tas ini cukup banget buat saya. Buat naik gunung juga asyik, ukurannya pas gak terlalu besar dan gak terlalu kecil, dan naik kabin pesawat juga masih muat.
Makasih sharingnya mba dina, salam kenal
Alo mas wira X)
Sekarang malah udah ketemu orangnya secara langsung, komennya baru kebaca sekarang, hihi…
Thanks for sharingnya mas!!
Thanks infonya mbak Dina. Saya selalu traveling bareng anak dan sekarang dia menginjak usia 12 tahun sehingga kami akan sama2 belajar menggendong ransel daripada koper hehehe. Btw mupeng banget dg kisah perjalanan kalian
permisi duaransel
saya andri umur 16 dan seorang backpacker juga
boleh saya copas [ copy paste ] tulisannya ??
blog anda membantu untuk saya yang seorang backpacker juga
anda bisa melihat blog saya di 7langitku.blogspot.com
Halo Andri, senang bahwa tulisan saya bisa membantu.
Maaf, saya nggak bisa mengijinkan copas.
Tapi jika dirasa berguna, kami akan menghargai link masuk ke artikel/blog kami blog
Mbak, baru ini aku nemu website traveling yang kompliiiittt! hehehheeh! Pengen tahu dong, pas nyoba backpack full load itu, diisi apa aja? trus aku penasaran sama tas2 kecil yg dipake buat nge-pack barang di dalam backpacknya. itu beli dimana ya? Kalau beli backpack gitu mending dicoba langsung kan..tapi kalau beli online gimana? Ada rekomendasi (merek) yang disarankan gak buat cewek? btw, Eiger yang mbak pakai itu beda sama eiger Indo ya..kok ada garansinya hehehe! Duh, aku ulik-ulik web kamu dulu mbak
sorry for many questions
Halo Mbak Elga, salam kenal
Ranselku Eagle Creek, bukan Eiger… jadi beda, hehe.
Beban yang dimasukin di backpack itu emang disediakan ama tokonya. semacam tas kecil diisi barang-barang berat gitu. Nggak tau di Indo gimana, kalo di Amrik/Canada, gitu biasa.
Kalo beli online aku nggak terlalu nyaranin ya karena itu tadi, ransel harus dipas di badan. dicoba sendiri. Karena bentuk tubuh tiap orang beda (apalagi kan kita belum pernah ketemu Mbak Elga, jadi ga bisa kira-kira ^^)
Kalau seandainya lewat online jatuhnya lebih murah, mungkin bisa coba dulu di tokonya, catat modelnya, terus baru beli online.
Good luck ya! Dan selamat mengublek-ublek blog ini, semoga berguna
Hebat ya jalan tahunan bawaan kurang dari 15 kg. tahun lalu saya cuma jalan seputar jawa timur 18hari bawaan 20kg. ga kebayang kalo saya ikutan muter keliling dunia, padahal tinggi saya ga lewat 170 berat badan kurang terus dr 50 kg mgkin bakal repot sendiri kali ya. hahaha
dan ternyata apa yg mba dina sarankan diatas sejalan dengan pemikiran saya ketika beli kado tas backpack untuk pacar kemarin. akhirnya pilihan di jatuhkan kepada tas merek rei(rei yg indonesia)35-40 literan kayaknya. karna sudah punya frame bahannya kykny kuat dan bagus strapnya lengkap, dan model bukaannya topload disisi atas dan frontload disisi bagian bawah, yg kurang cuma ga dpt daypack. ya tapi wajar sih lah wong harganya ga lewat 500 rb. siapa tau bisa jadi reverensi buat yg lain
ngomong2 si mba dina kisi-kisinya apa sih biar kita-kita ga cuma baca aja tapi bisa ikutan? hehe
gpp tanpa daypack mas. daypack saya nggak pernah dicantol di luar lagi. pake tas selempang/ransel kecil apa aja juga bisa kok. cari yang ramping kalo ga dipakai, biar bisa diselipin ke dalam ransel utama kalo lagi ga dipakai
mau ikutan? hayuk X)
suwer ngiri….
Kebetulan lagi bingung mau nyari backpack. Baca ketikan mbak Dina, makin puyeng mbak.hehehehe.
Mau nyari yg kecil takut kekecilan, mau cari yg gede kok takut kegedean. Apa saya pake tas tentara aja ya? Walaupun cukup berat bagi cowo, berat kosong aja uda 2 kg euiiiii.
Mungkin ada saran dari mbak dina atau temen2x disini nyari ransel utk travel di jkt itu dimana? Merk ga penting, yg penting kualitas.
kalau ransel merk terkenal pasti (agak) mahal, ..
orang (agak) kere macam saya ini emang cocoknya pakek ransel pro-ATT.
*ketip-ketip*
lol
aq pernah baca ini dan skrg baca lagi krn aq mau beli ransel yg baru, ranselku yg dulu uda sobek
thanks yah 2 ransel
Yuhuuuu!
Artikel ini ngebantu gue banget loh Din.
Ngebantu untuk:
1. Pilih backpack bukan semata krn warna ciamik. –> gue naksir Berghaus pink tapi harganya 2juta aja loh. *pengsan sambil kekep buku tabungan*
2. Pilih backpack sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan diri. –> kemarin sempet minjem backpack ukuran 65L (Eiger Nomadic XL). Edan kosong aja beurad! Gue pun jd tergoda isi banyak barang. Walhasil pulang liburan empat hari, total bagasi malah 13kg!! *olesin counterpain + tempel koyo*
3.Ga tau malu di toko ransel!
–> gue bolak balik ke salah satu toko khusus ransel ampe 3x. Nyoba strap, diisi penuh, cari yg paling cocok dgn bentuk badan yg kurang ciamik ini. Gak semua women fit backpack itu fit dengan bentuk badan kita euy. Hiks.
4. Berani untuk beli bekpek bukan karna trend tapi memang butuh. –> gue mulai rutin pergi liburan itu lima tahun terakhir dan ini pertama kalinya beli bekpek. Ini pun gara2 mo liburan tujuh hari, rute 3 negara 5 kota dan ga memungkinkan pakai koper. Tapi gak berarti gue melupakan my dearest SiKoperMerah. Kalau medan liburannya santai, jelas gue prefer koper kemana2. Gak usah nyusahin diri pake bekpek. Wong gue mo liburan, bukan mau susah. x))
Totally agree on your latest paragraph. Don’t bother our-self to strict-follow certain people just because. Let’s create our own comfortable way of discovering the world.
kebetulan lagi cari2 artikel tentang backpack,,
eh malah nemu artikel tips memilih backpack ini..
berguna sekali..
thanks a lot 2 ransel..
mantebz mbk dina iki rek….very inspiring bgt, wah nabung dulu lah kalo getuh ben bisa nyusul jejakny mbk dina ;p
mbak Dinaaaaaa… aku pengen cari tas kayak suami mbak. Yg ga begitu besar. Itu bisa beli dimana ya? kalau misalkan pesen sama mbak bisa?
makasih
setuju…. semakin ringan semakin nyaman utk RTW…. (y)
(Y) Baguss,,,, siap2 ke toko
Semoga ada di tanggulangin SDA hixixi
OMG…kenapa gw baru tau ada blog sekeren ini…thanks to wego yg ngenalin “dua ransel” di home FB gw…envy u so muchhh mba dina..blog ini bakalan sering aku baca kayanya…thanks yah mba dah bikin tulisan sekeren ini…
o iya just wondering..pas liat list negaranya…negara tetangga malaysia justru ga ada yah mba? hihihi…:D
Mbaa, mau tanya dong, berat tas kosong punya mba berapa gram? atau berapa kilo? hehehe ini saya juga lagi galau mau beli backpack, mau beli yang bagus tapi mahal. 3 bulan lalu beli yg murah akhirnya nggak kepake karena mbebani pundak. hiks.. baru kemaren sore liat di Matahri dept store, bukaan depan gitu juga merk polo. tapi berat kosong aja udah 1 kilo.
aku klo pergi traveling max 1 minggu, dan nggak mau beli bagasi… barati barang2 ku nggak boleh lebih dari 6 kilo kalo cuma mau bawa 1 tas kan. heuheuheu
Dear mba Dina,
Salam kenal, saya Mayang, masih traveler amatiran. Seneng banget nemu situs ini!!
Makasih banget tulisan mgn backpacknya sangat membuka wawasan. Krn slama ini persepsinya backpack itu ya yang utk travel lintas alam gitulah. Padahal sy tipe city girl (halah!). Slama ini walo travelling gaya backpackerd tp bawaannya masih kopor dorong plus ransel khusus utk laptop n kamera. Durasi travellinh terlama slama ini hanya 2 minggu-an.
Nah berikutnya sdh planninh utk 2 bulan, solo travelling. Jadi lg mumet2 cari info mgn tas dan sepatu yg nyaman utk itu.
Yang sy ingin tanyain mba Dina, duffel bag utk ngebungkus si ransel apakah khusus atau nggak? Kan skrg ada tuh khusus “sarung ransel” kyk yg buat pengendara motor, tp yg gituan kok sptnya bahannua tipis, apa bs dijadikan tas tambahan?
Barang2 elektronik macam laptop, tablet plus kabel2nya itu kan lumayan ngrepotin, ga hanya makan tempat tp was was nanti ketindihan yg berat2lah, ketumpahan sstlah dll. Ada saran mba?
Satu lg, asik bgt klo smua barang bs masuk cabin. namun gmn dg cairan2 macam parfume, obat2 cair, sabun cair, dll. Apakah bs lewat pemeriksaan? Suami pernah lg travel biasa (bkn backpacking), bw hand carry yg ada body spray dan roll on. Body spraynya disuruh tinggal tuh di Narita Jepang. Sejak itu kami suka agal parno naruh benda2 di bawaan cabin. Ada tips?
Trakhir deh trakhir, buat tulisan mgn tips memilih sepatu donh mba Dina. Repot bgt klo lg asik jalan eh sol sepatu lepas lah, atau kulitnua buat lecetlah, atau yg sewaktu dirumah terasa nyaman pas dipakai jalan jauh tnyt nyiksa banget. Smuanya ini pernah terjadi wkt sy backpackingan ke jepang, walhasil beli disana deh (muahal banget). Mohon tips jitunya ya!
Maaf kebanyakan hehehehe, smoga ndak bosan menjawabnya.
Salam
Mayang