10 Tips Mendanai Traveling Jangka Panjang

Sudah lebih dari 2 tahun 4 tahun saya dan suami mengelana di dunia. Maksud saya bukan sering pergi backpacking di berbagai liburan dan cuti, dan tiap-tiapnya kembali ke kampung halaman, namun kami meninggalkan kampung halaman secara permanen dan hidup nomadik dari satu negara ke negara lainnya secara kontinyu, selama lebih dari 2 4 tahun ini.

Traveling jangka panjang tentunya membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan dengan sebuah liburan singkat. Dua pertanyaan yang sering muncul dari kawan-kawan adalah:

  • Bagaimana cara mendanai traveling jangka panjang kalian?
  • Apakah kalian orang kaya?

Jawaban untuk pertanyaan kedua adalah:

Tidak, kami bukan orang kaya. Bahkan kami sempat bokek ketika masih kuliah, dan harus mengambil pinjaman mahasiswa. Seperti banyak anak muda yang lain, kami juga mulai dari nol! Bekerja, dan menabung. Dan satu lagi, kami memang memprioritaskan cara hidup nomadik kami.

Terus, bagaimana kami bisa mendanai traveling jangka panjang kami? Kuncinya ada 2 3:

  • Persiapan dan pengorbanan sebelum berangkat
  • Pandai menekan biaya selama berada di jalan
  • Bekerja di jalan

* Text berwarna pink adalah tambahan pada pada bulan Juni 2012 =)

Berikut ini saya mau berbagi 10 tips untuk mendanai traveling jangka panjang berdasarkan pengalaman kami sendiri:

* * * * *

10 TIPS MENDANAI TRAVELING JANGKA PANJANG

10 Tips Mendanai Traveling Jangka Panjang

Persiapan dan pengorbanan sebelum berangkat:

1. Hidup hemat, giat bekerja, dan rajin menabung

Hehe, seperti pelajaran anak SD saja, tapi benar lho.

2. Memberhentikan sewa tempat tinggal

Sebelum masa traveling, kami tinggal di sebuah apartemen. Karena kami bakal tidak menempati apartemen tersebut selama setahun lebih, untuk apa dipertahankan? Membayar sewa/cicilan tidaklah murah. Membayar dobel untuk tempat tinggal di kampung halaman dan di tempat traveling adalah buang-buang uang. Jadi apartemen ini kami kosongkan dan berhentikan sewanya. Kami sekarang tidak punya alamat tetap!

3. Menjual barang-barang

Kami tidak tahu akan traveling berapa lama, dan setelah traveling akan tinggal di mana. Banyak sekali barang-barang yang sepertinya tidak akan kami butuhkan lagi. Jadi kami merelakan sebagian besar barang-barang kami.

  • Yang bisa laku, kami jual. Misalnya TV, komputer, furnitur. Lumayan buat menambah dana travel.
  • Yang tidak laku dijual, kami sumbangkan. Misalnya sebagaian besar pakaian kami, peralatan dapur, dan bahan makanan.
  • Yang bernilai sentimental, barulah kami simpan. Misalnya berbagai barang pribadi seperti perhiasan, dokumen, foto, dan hadiah.

 

Pandai menekan biaya di jalan:

4. Low budget traveling

  • Pilih akomodasi murah seperti hostel dan losmen, daripada hotel yang mahal.
  • Beli makanan dari supermarket atau street food, daripada restoran yang mahal.
  • Untuk transportasi dalam kota: jalan kaki, naik bis atau subway kalau perlu, daripada naik taxi yang mahal.
  • Rancang rute tempat-tempat yang mau dikunjungi sendiri, daripada ikut tur yang mahal.
  • Untuk transportasi antar kota/negara, selalu bandingkan harga bis, kereta api, dan pesawat. Perhatikan rute alternatif.
  • Kalau harga cuci baju mahal, cucilah baju sendiri di wastafel.

 

Chicken bus "diablo rojo" alias setan merah di Panama City

5. Pandai memanfaatkan harga promosi

Jika jeli, kadang-kadang kemewahan bisa didapat dengan harga budget, jadi pandai-pandailah mencari harga promo, misalnya lewat internet. Ini beberapa contoh:

  • Harga naik kapal pesiar dari Amerika ke Eropa pada bulan Maret-Mei bisa lebih murah daripada harga penerbangan yang termurah. Dengan berkapal pesiar, anda mendapatkan 14 hari di kapal yang mewah dengan makanan enak, pertunjukan tiap malam, dan perhentian-perhentian di berbagai lokasi eksotik seperti pulau-pulau di Laut Karibia, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania. Jadi, kalau mau berpindah dari Amerika ke Eropa, kenapa harus terbang? Kenapa tidak ambil krus saja sekaligus melihat tempat-tempat eksotik tersebut?
  • Di Amsterdam dan Copenhagen, kami tidur di hotel berbintang 4 karena harganya lebih murah daripada harga hostel yang termurah (via priceline.com)

6. Rute merambat, tidak bolak-balik pulang kampung

Pulang kampung itu mahal, apalagi kalau kalian berada di balik bumi. Kalau ingin mengunjungi beberapa negara, sebaiknya dilakukan secara beruntutan, karena biasanya tersedia transportasi yang murah antara negara yang berdekatan. Misalnya:

  • Kalau ingin ke Spanyol, Portugis, Prancis, Belanda, dan Jerman, jangan bolak-balik tempat-tempat tersebut ke Indonesia. Lebih murah merambat dari satu negara ke yang lain. Dan mungkin kamu akan sempat mengunjungi negara-negara lain yang berdekatan juga.

7. Pandai mencari rute termurah dan fleksibel dalam menentukan negara tujuan

Kami tidak terpaku pada negara tujuan atau rute tertentu. Kami menentukan negara tujuan berikutnya dan rutenya berdasarkan harga. Misalnya:

  • Ketika kami berada di Copenhagen dan siap meninggalkan Denmark, ternyata harga transportasi termurah bukannya yang ke negara tetangga seperti Jerman, namun ke Pulau Kreta (Yunani) di Laut Mediterania, yaitu sekitar 30-40 Euro. Harga termurah kedua yang kami temukan adalah tiket bus ke Berlin. Jadilah kami terbang ke Pulau Kreta!
  • Ketika kami terbang dari Sydney ke Los Angeles, pesawat kami transit di Fiji. Ternyata mau transit 4 jam atau 4 hari, harganya sama. Ya kenapa tidak ambil sekalian liburan singkat di Fiji.

8. Suvenir? Pikir dua kali!

Suvenir mahal dan menghabiskan banyak tempat di ransel. Jadi sangat jarang kami membelinya, dan terbatas pada benda-benda kecil saja. Kami tidak ngotot membeli suvenir dari setiap kota atau bahkan negara yang kami lewati. Jaman digital begini, ambillah foto banyak-banyak. Jadikan itu suvenir yang pribadi dan berkesan.

Kerajinan logam di souq - Marrakesh, Maroko

Kerajinan logam cantik dari Maroko. Ingin deh punya, tapi uang bisa habis kalau semua yang diinginkan dibeli. Jadi ambil fotonya saja, hehe…

9. Bawa laptop atau telepon genggam yang dapat digunakan untuk WiFi internet

WiFi gratis banyak tersedia di berbagai tempat umum seperti restoran, penginapan, mall, dsb. Dengan ini, anda dapat melakukan berbagai hal dengan gratis:

  • Telepon, melalu Skype. Oh ya, sebelum anda berangkat, jangan lupa install Skype di komputer-komputer orang terkasih anda seperti orang tua, saudara, pacar, dan para sobat, supaya kalian bisa menelepon mereka dengan Skype.
  • Stay in touch dengan para teman lewat messenger, texting, chatting, FB, twitter, dsb.
  • Browsing internet. Bagi kami yang tidak membawa buku panduan travel macam Lonely Planet yang berat dan mahal, kami memanfaatkan internet untuk browsing perihal lokasi setempat.
  • Cari harga promo dan booking ini itu.
  • Upload foto di internet.

10. Kerja sambil traveling

Ini adalah salah satu kunci pendanaan traveling jangka panjang kami! Kami masih bekerja selagi berada di jalan, kerja yang bisa dilakukan lewat laptop dan internet.

 

* * * * *

Semoga tips di atas bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian! Kalau tips masa persiapannya terlalu ekstrim, semoga setidaknya tips berhemat di jalannya bisa berguna.

Gaya traveling tiap orang berbeda. Apa kamu mempunyai tips khusus yang kamu mau bagi kepada para pembaca yang lain? Layangkan tips, pendapat, dan pertanyaanmu di kolom comment di bawah ini!

Tips Cuci BajuTips Packing BajuTips HostelTips Pilih BackpackTips Website Andalan BackpackersTips BahasaTips Colokan Listrik

Tags: , ,

159 Responses to “10 Tips Mendanai Traveling Jangka Panjang”