10 Tips Mendanai Traveling Jangka Panjang

Sudah lebih dari 2 tahunΒ 4Β tahun saya dan suami mengelana di dunia. Maksud saya bukan sering pergi backpacking di berbagai liburan dan cuti, dan tiap-tiapnya kembali ke kampung halaman, namun kami meninggalkan kampung halaman secara permanen dan hidup nomadik dari satu negara ke negara lainnya secara kontinyu, selama lebih dari 2Β 4Β tahun ini.

Traveling jangka panjang tentunya membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan dengan sebuah liburan singkat. Dua pertanyaan yang sering muncul dari kawan-kawan adalah:

  • Bagaimana cara mendanai traveling jangka panjang kalian?
  • Apakah kalian orang kaya?

Jawaban untuk pertanyaan kedua adalah:

Tidak, kami bukan orang kaya. Bahkan kami sempat bokek ketika masih kuliah, dan harus mengambil pinjaman mahasiswa. Seperti banyak anak muda yang lain, kami juga mulai dari nol! Bekerja, dan menabung. Dan satu lagi, kami memang memprioritaskan cara hidup nomadik kami.

Terus, bagaimana kami bisa mendanai traveling jangka panjang kami? Kuncinya ada 2 3:

  • Persiapan dan pengorbanan sebelum berangkat
  • Pandai menekan biaya selama berada di jalan
  • Bekerja di jalan

* Text berwarna pink adalah tambahan pada pada bulan Juni 2012 =)

Berikut ini saya mau berbagi 10 tips untuk mendanai traveling jangka panjang berdasarkan pengalaman kami sendiri:

* * * * *

10 TIPS MENDANAI TRAVELING JANGKA PANJANG

10 Tips Mendanai Traveling Jangka Panjang

Persiapan dan pengorbanan sebelum berangkat:

1. Hidup hemat, giat bekerja, dan rajin menabung

Hehe, seperti pelajaran anak SD saja, tapi benar lho.

2. Memberhentikan sewa tempat tinggal

Sebelum masa traveling, kami tinggal di sebuah apartemen. Karena kami bakal tidak menempati apartemen tersebut selama setahun lebih, untuk apa dipertahankan? Membayar sewa/cicilan tidaklah murah. Membayar dobel untuk tempat tinggal di kampung halaman dan di tempat traveling adalah buang-buang uang. Jadi apartemen ini kami kosongkan dan berhentikan sewanya. Kami sekarang tidak punya alamat tetap!

3. Menjual barang-barang

Kami tidak tahu akan traveling berapa lama, dan setelah traveling akan tinggal di mana. Banyak sekali barang-barang yang sepertinya tidak akan kami butuhkan lagi. Jadi kami merelakan sebagian besar barang-barang kami.

  • Yang bisa laku, kami jual. Misalnya TV, komputer, furnitur. Lumayan buat menambah dana travel.
  • Yang tidak laku dijual, kami sumbangkan. Misalnya sebagaian besar pakaian kami, peralatan dapur, dan bahan makanan.
  • Yang bernilai sentimental, barulah kami simpan. Misalnya berbagai barang pribadi seperti perhiasan, dokumen, foto, dan hadiah.

 

Pandai menekan biaya di jalan:

4. Low budget traveling

  • Pilih akomodasi murah seperti hostel dan losmen, daripada hotel yang mahal.
  • Beli makanan dari supermarket atau street food, daripada restoran yang mahal.
  • Untuk transportasi dalam kota: jalan kaki, naik bis atau subway kalau perlu, daripada naik taxi yang mahal.
  • Rancang rute tempat-tempat yang mau dikunjungi sendiri, daripada ikut tur yang mahal.
  • Untuk transportasi antar kota/negara, selalu bandingkan harga bis, kereta api, dan pesawat. Perhatikan rute alternatif.
  • Kalau harga cuci baju mahal, cucilah baju sendiri di wastafel.

 

Chicken bus "diablo rojo" alias setan merah di Panama City

5. Pandai memanfaatkan harga promosi

Jika jeli, kadang-kadang kemewahan bisa didapat dengan harga budget, jadi pandai-pandailah mencari harga promo, misalnya lewat internet. Ini beberapa contoh:

  • Harga naik kapal pesiar dari Amerika ke Eropa pada bulan Maret-Mei bisa lebih murah daripada harga penerbangan yang termurah. Dengan berkapal pesiar, anda mendapatkan 14 hari di kapal yang mewah dengan makanan enak, pertunjukan tiap malam, dan perhentian-perhentian di berbagai lokasi eksotik seperti pulau-pulau di Laut Karibia, Samudra Atlantik, dan Laut Mediterania. Jadi, kalau mau berpindah dari Amerika ke Eropa, kenapa harus terbang? Kenapa tidak ambil krus saja sekaligus melihat tempat-tempat eksotik tersebut?
  • Di Amsterdam dan Copenhagen, kami tidur di hotel berbintang 4 karena harganya lebih murah daripada harga hostel yang termurah (via priceline.com)

6. Rute merambat, tidak bolak-balik pulang kampung

Pulang kampung itu mahal, apalagi kalau kalian berada di balik bumi. Kalau ingin mengunjungi beberapa negara, sebaiknya dilakukan secara beruntutan, karena biasanya tersedia transportasi yang murah antara negara yang berdekatan. Misalnya:

  • Kalau ingin ke Spanyol, Portugis, Prancis, Belanda, dan Jerman, jangan bolak-balik tempat-tempat tersebut ke Indonesia. Lebih murah merambat dari satu negara ke yang lain. Dan mungkin kamu akan sempat mengunjungi negara-negara lain yang berdekatan juga.

7. Pandai mencari rute termurah dan fleksibel dalam menentukan negara tujuan

Kami tidak terpaku pada negara tujuan atau rute tertentu. Kami menentukan negara tujuan berikutnya dan rutenya berdasarkan harga. Misalnya:

  • Ketika kami berada di Copenhagen dan siap meninggalkan Denmark, ternyata harga transportasi termurah bukannya yang ke negara tetangga seperti Jerman, namun ke Pulau Kreta (Yunani) di Laut Mediterania, yaitu sekitar 30-40 Euro. Harga termurah kedua yang kami temukan adalah tiket bus ke Berlin. Jadilah kami terbang ke Pulau Kreta!
  • Ketika kami terbang dari Sydney ke Los Angeles, pesawat kami transit di Fiji. Ternyata mau transit 4 jam atau 4 hari, harganya sama. Ya kenapa tidak ambil sekalian liburan singkat di Fiji.

8. Suvenir? Pikir dua kali!

Suvenir mahal dan menghabiskan banyak tempat di ransel. Jadi sangat jarang kami membelinya, dan terbatas pada benda-benda kecil saja. Kami tidak ngotot membeli suvenir dari setiap kota atau bahkan negara yang kami lewati. Jaman digital begini, ambillah foto banyak-banyak. Jadikan itu suvenir yang pribadi dan berkesan.

Kerajinan logam di souq - Marrakesh, Maroko

Kerajinan logam cantik dari Maroko. Ingin deh punya, tapi uang bisa habis kalau semua yang diinginkan dibeli. Jadi ambil fotonya saja, hehe…

9. Bawa laptop atau telepon genggam yang dapat digunakan untuk WiFi internet

WiFi gratis banyak tersedia di berbagai tempat umum seperti restoran, penginapan, mall, dsb. Dengan ini, anda dapat melakukan berbagai hal dengan gratis:

  • Telepon, melalu Skype. Oh ya, sebelum anda berangkat, jangan lupa install Skype di komputer-komputer orang terkasih anda seperti orang tua, saudara, pacar, dan para sobat, supaya kalian bisa menelepon mereka dengan Skype.
  • Stay in touch dengan para teman lewat messenger, texting, chatting, FB, twitter, dsb.
  • Browsing internet. Bagi kami yang tidak membawa buku panduan travel macam Lonely Planet yang berat dan mahal, kami memanfaatkan internet untuk browsing perihal lokasi setempat.
  • Cari harga promo dan booking ini itu.
  • Upload foto di internet.

10. Kerja sambil traveling

Ini adalah salah satu kunci pendanaan traveling jangka panjang kami! Kami masih bekerja selagi berada di jalan, kerja yang bisa dilakukan lewat laptop dan internet.

 

* * * * *

Semoga tips di atas bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalian! Kalau tips masa persiapannya terlalu ekstrim, semoga setidaknya tips berhemat di jalannya bisa berguna.

Gaya traveling tiap orang berbeda. Apa kamu mempunyai tips khusus yang kamu mau bagi kepada para pembaca yang lain? Layangkan tips, pendapat, dan pertanyaanmu di kolom comment di bawah ini!

Tips Cuci BajuTips Packing BajuTips HostelTips Pilih BackpackTips Website Andalan BackpackersTips BahasaTips Colokan Listrik

Tags: , ,

158 Responses to “10 Tips Mendanai Traveling Jangka Panjang”

  1. aliya izet adrianto
    31 May 2011 at 8:36 am #

    kalo boleh tahu pekerjaan via internet anda itu apa ya?

    • Dina
      31 May 2011 at 10:49 am #

      Programming, travel writing. Yang satu menghasilkan, yang satunya semoga menghasilkan di masa depan.

      • yopi
        4 February 2013 at 5:32 pm #

        ya..saya penasaran kerja via internetnya bagaimana?
        kalau bukan programmer seperti Ryan, apakah mba Dina ada pengalaman “bekerja lepasan” sembari jalan yang bisa di share? (waiter atau apapun) tapi saya bayangkan travelingnya mba Dina ini ngga bisa kerja waiter sebulan, trus baru jalan lagi ya? saya baca kayaknya travelingnya ini bisa nonstop australia – amerika mampir fiji 4 hari, jadi bener2 ngga terbatas waktu.

        • Dina
          17 February 2013 at 2:19 pm #

          kerjaanku juga lewat laptop kok, travel writing πŸ™‚ iya kalo waiter2an gitu, atau di hostel, kudu netep agak lamaan dikit πŸ™‚

          • bpras
            1 June 2013 at 10:14 pm #

            Wah, selama ini kalau travelling jarang sambil nulis, tapi akhir2 ini karena sering lupa, jadinya 1 hari trip langsung tulis di blog.. thanks for share .

      • Antok
        3 July 2013 at 10:19 pm #

        Mbak Dina sekarang ada di negara mana, saya mau tanya untuk menyesuaikan lidah dengan kuliner masing-masing negara yang dikunjungi caranya gimana? kan tiap negara citarasa masakannya berbeda. Oh iya mbak kalo suaminya membutuhkan jasa SEO, saya siap menerima orderan dengan harga bersaing dan jelas lebih berkualitas dan murah

  2. Ryan
    31 May 2011 at 11:13 am #

    sama dg rekan aliya, pekerjaan via internet anda apa..?
    krna sy, jg mau berencana untuk melakukan perjalanan Panjang sebagai permulaan wilayah indonesia dari ujung timur sampai barat, sedangkan untuk rencana jangka panjang, perjalanan Lintas Benua merupakan tujuan saya, dan untuk itulah, saat ini saya baru memulai mencari penghasilan dari valas dan emas via online, dan dengan cara seperti itu, sy mendapatkan kebebasan dalam berpenghasilan tanpa keterikatan dengan pihak lain..
    Bagaimana dengan Rekan Dina..?

    • Dina
      2 June 2011 at 8:08 pm #

      Suami programmer. Kadang ikut kantor, jarak jauh, bertemu klien, kadang kerja sendiri. Saya di bidang travel writing. Buku masih tengah dikerjakan, jadi semoga menghasilkan di masa depan.

      • She
        31 October 2013 at 6:21 am #

        Bukunya sudah ada yg dipublish belum mbak? Kalau dari website yang ditulis ini juga belum menghasilkan uang? Salut deh sama mbak Dna, dah keliling dunia tapi ttp low profile. Tetep mau balas2 komen dan transparan :D. Btw, saya baru tahu ttg dua ransel hari ini, haha ketinggalan zaman bgt ya mbak. Maklum baru suka kelayaban di dunia travel blog πŸ™‚

    • Dina
      2 June 2011 at 8:09 pm #

      Btw, saya dukung rencananya untuk lintas Indonesia dan lintas benua!!

  3. achiedz
    31 May 2011 at 2:07 pm #

    Hi Dina,

    Mo sharing aja, beberapa perusahaan (biasanya asing punya) ada fasilitas cuti lebih dari sebulan yg tidak ditanggung kantor. Jd bagi pekerjaannya yg mungkin ga bs dijalanin sambil travelling, ini bisa jd pilihan loh. Siap2 update CV yaa ;))

    Trus utk dana travellingnya, udah banyak Online trading (saham maupun forex) jadi dana tabungan bisa diinvest bolak balik sambil jalan2. toh bs diakses via internet juga. Lumayann kann, tabungan ga minus malah pny dana jalan2 ^_^

    • Ryan
      4 June 2011 at 10:56 pm #

      Hi Achiedz,

      I was lucky enough to have my employer let me work while traveling, but I know that’s not possible for everyone. Still, I would warn you to be very careful about forex or day trading schemes – most people who try them lose money, and even if it were possible, I think trying to do it while traveling would be very, very difficult since you may not be in the right time zone as the market, and you may not always have internet access. The wikipedia page has a lot more info on some of the dangers: http://en.wikipedia.org/wiki/Forex_scam

      Don’t worry, though, there’s lots of opportunity out there right now, especially in freelance software development, and affiliate marketing. That’s where I think you’ll find the best chance to earn money to support a traveling lifestyle.

  4. Edward Suhadi
    1 June 2011 at 8:05 am #

    Great stuff Dina, I have been following your travels. Quite a traveller myself, maybe we’ll meet each other somewhere on the globe. I’ll definetely take a picture of you and your hubby (I’m a photographer) if such opportunity arose. Kalau sempet bisa buka internet lumayan kenceng, berikut video saya dan istri ketika kita campervan-ing di New Zealand a while back:

    http://blog.edwardsuhadi.com/2011/02/11/the-new-zealand-campervan-trip-video/

    More people shud visit this blog πŸ™‚ I’d like to discuss some things in private if you don’t mind πŸ˜€ – Please email me

    • Dina
      4 June 2011 at 10:36 pm #

      Wow, thank you buat minat ambil foto kami! Hehe. Seneng banget ada sesama traveler Indo yang menjelajah NZ juga dengan campervan, one of best times of my life! Indah sekali ya, alamnya!
      Makasih ya, udah ikutin perjalanan kami. Dan semoga bisa ketemu ntar, ntah di mana. Sempat ke mana aja sebelumnya? Salam buat istri!
      (aku imel habis gini)
      (ntar aku buka videonya kalo internet ndak empot2an)

  5. lonelywalks
    1 June 2011 at 8:45 am #

    Mbak Dina, terima kasih untuk posting ini, tipsnya sangat mencerahkan.
    Next kalau boleh dishare alternatif pekerjaan yg masih bisa dilakukan dari laptop & internet dari mana saja.

    Salam traveler,

    • Dina
      4 June 2011 at 10:47 pm #

      Thank you! Pekerjaan yang bisa dibina lewat internet antara lain di bidang programming, website dan webblog, tulis-menulis, transkripsi dan translasi, dsb. Misal lagi, pernah dengar fiverr.com? Lahan penjual belian jasa/karya $5. Saya ndak jual apa-apa di situ, tapi itu bisa dijadikan ide, apalagi kalo jago gambar/bikin grafik.

      Salam traveler!

  6. jadhep
    2 June 2011 at 10:43 pm #

    Akhirnya, request artikel saya muncul juga! Makasih mbak! πŸ™‚
    Oh ya, suami mbak Programmer? Sama dong! (Tapi saya masih kerja kantoran). Kalau boleh tahu suami mbak dapat project dari website semacam inikah?

    http://studio.envato.com/freelance-switch

    Salam ransel,

    • Dina
      4 June 2011 at 11:01 pm #

      Hehe, popular request πŸ™‚ Sama-sama! Ini suami biar komentar sendiri..

    • Ryan
      4 June 2011 at 11:05 pm #

      Hi Jadhep,

      Most of my work right now is either on my own projects, or for clients that I have known for awhile or find by personal networking.

      I think freelance job sites like the one you mentioned are a great way to find new contracts and build a reputation and portfolio. Once you have built that reputation, you can start signing contracts directly with clients with whom you’ve already built mutual trust and a good working relationship.

  7. abdurroni
    6 June 2011 at 5:11 pm #

    wah seneng banget ya bisa kerja sambil jalan jalan keliling dunia.trus, kpn balik ke indonesia nya??

    • Dina
      7 June 2011 at 5:11 am #

      belum tau, mungkin akhir 2011 atau 2012 πŸ™‚

  8. Joule
    17 June 2011 at 8:00 pm #

    Wah,

    Selamat dina. Really like your travel blogs. i’ll info my wife about this ^_^

    Thank’s for share

    • Dina
      24 June 2011 at 3:12 am #

      Thanks banget!!

  9. karima
    23 June 2011 at 2:37 pm #

    Mbak Dina, kok ada ya orang seperti kalian? Wheheheheuu….. Mupeng doang bisanya πŸ˜€

  10. karima
    23 June 2011 at 2:38 pm #

    saya nya yg mupeng maksudnya πŸ˜€
    Mimpi kali ya bisa seperti kalin ;))

    • Dina
      24 June 2011 at 3:13 am #

      Hihihi, thank you ya!

  11. chaidir
    5 July 2011 at 11:01 pm #

    ga salah saya bookmark sejak pertama kali baca ini blog..
    very2 inspiring…ahahaha…smoga masih ada kesempatan buat ngikutin jejak mba dina dan suami… πŸ™‚
    take care…and keep blogging!!

    • Dina
      17 February 2013 at 2:22 pm #

      makasih yaaaa πŸ˜€

  12. makmur ismail saleh
    17 July 2011 at 1:42 am #

    gila abiz mbak… ku ama nusantara sendiri ja blum klar semua, gmn kalo 35 negara y… thanks n lumayan lah wat memperkuat mimpiku jalan2 k luar negri, hehehe… sesambi mu jualan kripik tempe malang, hehehe… sip, ati2 selalu dlm perjalanan y, doain kita2 ngikutin jejaknya (kalo bisa sie nyelip), πŸ˜› amien…

    • Dina
      20 August 2011 at 2:36 am #

      Amin!!
      Siapa tau bisa bikin toko kripik tempe malang di luar, hehe

  13. rendy
    31 July 2011 at 11:13 am #

    mba kalau seperti saya masih sekolah untuk persiapan yang lebih awal untuk kelling dunia itu apa

    • Dina
      20 August 2011 at 2:34 am #

      Kalau masih sekolah, mungkin mulai biasakan hidup hemat aja. Dan menabung. Hindari beli2 perabot yang ga perlu. Pikir masak2 kalo mo beli mobil (kalo bisa ngga usah). Belajar bahasa Inggris. πŸ™‚

  14. Firman Nugraha
    4 August 2011 at 6:10 am #

    Mba, terimakasih sudah sharing ya. Sudah saya tekan Ctrl+D, saya termasuk follower baru blog Mba. Lama-lama membaca blog ini semakin membangkitkan gairah saya untuk bisa keliling dunia juga, mungkin awal-awal perjalanan saya ingin keliling Indonsia dulu ^^

    Mba, suami Mba punya blog pribadi juga ga yg isinya sharing tentang dunia programing? Saya juga mungkin calon programmer seperti suami Mba nantinya, saat ini sedang menyelesaikan skripsi.

    Terimakasih

    • Dina
      20 August 2011 at 2:31 am #

      Halo Firman, thanks untuk ngikutin blog ini πŸ˜€
      Keliling Indo bener2 permulaan yang bagus! Aku juga ingin keliling indo one day.
      Suami sayangnya ga ada blog programming πŸ™

  15. meilany
    17 August 2011 at 10:33 pm #

    really envy u guys, my fiancé and i are dreaming to hv life like u two have tapi anakku udah 2 and anak dia juga 2 hahaha, so kayaknya agak2 susah deh kalo mau ikutin jejak kalian, well, mudah2an kalo anak2 udah gede sedikit kita bisa travel lebih lama dari 4 hari πŸ˜€ doain yaaaa….

    • Dina
      20 August 2011 at 2:25 am #

      Hehehe, itu salah satu hal yang kami korbanin saat ini, nunda punya anak. Mungkin kalo anak2 bisa dititipin ortu/mertua, bisa traveling 1-2 minggu atau bahkan sebulan?

    • Dina
      20 August 2011 at 2:25 am #

      Sekalian honeymoon πŸ˜‰

  16. Julivanie (Iie)
    9 September 2011 at 12:02 am #

    Setuju Din point-pointnya..kalian berdua termasuk yang “Reach your dream, do what you love and work on it”. Salut sama semua pointnya. Btw, he he he…bawa anak oke juga tuh, pengalaman kami sejak anak umur 3 (BACA:TIGA) bulan dalam kandungan udah bekerja sama kami di seluruh pojokan.

    Btw, not for everybody tapinya. Alhamdulillah, kami dititipi anak yg kuat, tangguh serta tahan banting tahan segala cuaca. Nah ini yg tidak dapat dipukul rata untuk semua anak kondisinya berbeda.

    Sukses ya. Travel writing nya udah terbit kan ? nah mudah2an itu bisa terus ngalir jadi rejeki masa depan…Aamiin…

    Salam Vagabond..salam Global Nomads πŸ™‚

    • meilany
      9 September 2011 at 1:30 pm #

      iya si, tapi kalo travelling bawa anak 4 malah bangkrut jadinya hahaha, apalagi mikirin sekolah dll, plus anakku yang pertama special needs, so banyak bangeeeddd pertimbangannya πŸ™

      • Dina
        17 September 2011 at 3:09 am #

        Anak 4 dengan special need salah satunya, memang sepertinya sulit ya, untuk traveling jangka panjang… juga ongkosnya… apalagi kalo harus terbang, wuih, 6 orang! Kalau bermobil lebih masuk akal dari segi finansial kayaknya ya πŸ™‚

    • Dina
      17 September 2011 at 3:07 am #

      Mbak Iie, thank you. Someday kalau aku punya anak, inginnya tetap nomadik. Ntar Mbak Iie yang aku jadikan panutan πŸ˜€ Semoga anakku di masa depan nanti tahan banting seperti anak mbak ya!!

      Travel writingnya belum terbit Mbak, belum selesai ditulis, wish me luck….

      Salam global nomads mbak!

  17. Julivanie (Iie)
    9 September 2011 at 4:24 pm #

    Betul sekali Meilany, memang kondisi nya tidak selalu sama utk setiap anak. Tergantung kondisi masing masing anak dan juga banyak pertimbangan tadi. Tapi kalau kita bikin game simulasi travel sama anak2 itu menarik juga tampaknya, sekalian mereka belajar peta dan geografi en bonding utk kegiatan main bersama πŸ™‚

    • Dina
      17 September 2011 at 3:10 am #

      lots of things i need to learn from you Iie, kalau someday kami punya anak πŸ™‚

  18. meilany
    17 September 2011 at 2:03 pm #

    hmm, mungkin juga bisa home schooling ya? makasih ya sharingnya…bener2 bangkitin semangat untuk bisa travelling deh πŸ™‚

    • Dina
      21 September 2011 at 12:26 am #

      That’s what I think… Pernah denger ada sekeluarga yang membesarkan beberapa anaknya di atas kapal selama bertahun-tahun di sana sambil keliling dunia? I forget the name of the family, tapi inspiratif banget.

  19. dosko
    28 September 2011 at 8:40 am #

    untuk pengurusan ijin tinggal selama berpetualang diberbagai negara itu bagaimana mbak?

    • Dina
      17 February 2013 at 2:23 pm #

      ijin tinggal atau ijin visit? πŸ™‚

  20. ipeh
    8 October 2011 at 7:14 pm #

    nah.. saya jg bertanya2 soal ini mbak.. gmn dengan visanya???

    • Firman
      11 October 2011 at 2:16 am #

      Haha, sama seperti Om Dosko dan Tante Ipeh. Ijin apa aja yg mesti kita urus ketika “hinggap” di negara yg berbeda2 tersebut? Serta bagaimana tips2 mengurusinya.

      Terimakasih.

      • Dina
        17 February 2013 at 2:25 pm #

        cek apa butuh visa on arrival, apa negaranya bebas visa. Yang dua ini tinggal nongol di border.
        kalau butuh visa yg harus diapply sebelumnya, ada kemungkinan bisa diatur dari negara tetangga/negara di mana kita berpijak πŸ™‚

        • supriyanto
          16 March 2013 at 5:42 pm #

          nah ini dia.. pertanyaan yang sama.
          sebelumnya salam kenal buat mbak dina dan mas ryan.

          kalo boleh mau request mbak.. untuk tips yang bahasannya tentang visa ini, terlebih kalo bisa dikasih contoh kondisi dan contoh negara (saat sedang di negara mana dan akan apply ke negara mana). mgkn juga ada perbedaan2 prosedur apply untuk negara yg berbeda. mgkn juga gamabaran biaya dan lamanya (waktu) pengurusan visa. hehehe..
          menurut saya, bahasan ini juga sangat membantu temen2 yang lain. hehee..
          Terima kasih mbak.. Semoga sukses selalu.

  21. Riz1
    9 October 2011 at 8:00 pm #

    Wah… bangga nih sesama arek suroboyo bisa keliling dunia dengan lifestyle nomad yg ga kebayang, KEREN mbak din!! πŸ™‚

    Pingin banget traveling kayak kalian berdua tapi sayangnya istri udah keburu hamil sebelum terlaksana hehehe….

    Sip mbak, aku follow trus perjalanan kalian utk nambah motivasi… Cheers πŸ™‚

    • Dina
      17 February 2013 at 2:29 pm #

      salam buat istri dan anak ya mas πŸ˜€

  22. Poppy
    8 November 2011 at 10:12 am #

    Wowww kereeenn deh Dina, saya suka jalan2 juga, tapi msh blm terlalu byk, dan biasanya bawa 2 krucil (anak). rencana june 2012 pas liburan sekolah anak2 saya mau ke sydney. ada rekomendasi hotel yg murah di sydney? salam hangat πŸ™‚

    • Dina
      17 November 2011 at 3:54 am #

      Wah, senangnya ke Sydney πŸ™‚ Jangan lupa ke Blue Mountain, Jervis Bay untuk liat paus dan lumba2, naik ferry ke Manly, main ke Bondi, botanic garden yang banyak kakaktua dan kelelawarnya πŸ™‚
      Sama anak2 atau sendiri? Kalau sendiri, bisa ke budget hostels buat backpackers.
      Salam hangat πŸ™‚

  23. RANDI
    5 December 2011 at 9:39 pm #

    Klo hidup dalam passion, sepertinya rintangan yang berat kemungkinan menjadi gak berarti. Senang banget bisa nemuin blog ini, sangat bermanfaat dan bikin “iri” tentunya dengan backpack lifestyle.

    Sukses ya travellingnya dan ditunggu bukunya

    #I shoud show my gf about this. I hope she like and decide to follow your backpack lifestyle

    • Dina
      5 December 2011 at 11:33 pm #

      Makasih ya πŸ™‚ Kalau diniatin dari dalam hati, sepertinya banyak hal yang tadinya terlihat seperti hambatan, jadi sekedar “tugas yang perlu dilakukan” πŸ™‚
      Dan semoga gf mau diajakin!!

  24. Okvina Nur Alvita
    21 December 2011 at 8:21 pm #

    Apa kalian kadang ber couchsurfing ria juga? Karena saya dan suami anggota couchsurfing, dan banyak traveler yang menginap ditempat kami, tapi kami malas untuk tinggal di tempat orang lain, oke lah hal itu kalau hanya untuk satu atau dua bulan perjalanan, tapi bagaimana dengan kalian yang hitungannya bukan hari, minggu atau bulan? Tapi sudah tahunan?

    • Dina
      21 December 2011 at 9:47 pm #

      Masih pemula di CS, baru pernah beberapa kali πŸ™‚ Nginep sekali dan ketemuan bbrp kali. Mungkin ntar kami bisa berCS di tempat Mbak? πŸ™‚

  25. Yanuar
    24 December 2011 at 10:52 pm #

    Love it! thanks teh for the sharing experiences. πŸ˜€
    Pengen tanya gmn ngurus visanya kalo nomaden gitu teh?
    Trus mana yg lebih baik pergi sendiri atau dengan pasangan?

    Thanks. Hope we can meet in journey.
    salam buat mas Ryan.. πŸ˜€

    • Dina
      17 February 2013 at 2:32 pm #

      kalo yang bebas visa dan visa on arrival, langsung nongol di border.
      kalo yg perlu apply dulu, ada kemungkinan bisa dilakukan dari negara tetangga / negara yg kita berada πŸ™‚

  26. anti
    26 January 2012 at 7:55 pm #

    mba dina,mimpi saya ya bisa jalan2 kaya gini..
    tapi kemaren aja saya coba mau berkunjung ke tempat sodara di adelaide ga bisa karena visa nya ditolak..
    kayanya salah satu kendala yg paling susah buat saya itu ngedapetin visa buat ke luar..
    ada tips buat masalah itu mba?

    • Dina
      26 January 2012 at 10:31 pm #

      Memang ga ada garansi visa bakal dapat atau ngga. Menurutku, paling baik kalau secara seksama dibaca peraturannya, terutama tentang kelengkapan dokumen. Semua dokumen yang disyaratkan dipenuhi dengan baik. Semakin lengkap semakin baik. Misal ada orang yang suka nanya teman tentang persyaratan, terus temannya bilang “oh itu ga perlu kok sebenarnya”. Lebih baik tetap dipersiapkan, soalnya si teman mungkin saja sedang beruntung, sedangkan mungkin kitanya sendiri nggak.
      Kadang diminta surat referensi/undangan dari yang orang di negara yang bersangkutan. Ini perlu ditulis dengan hati-hati (ada kasus seorang ibu bilang, anaknya baru melahirkan di US atau Canada, dan dia ingin mengunjungi cucunya sekaligus membantu mengurus anak ketika ortunya kerja. Lha ini ga dikabulkan visanya gara-gara dianggap “kerja” babysitter).
      Sekali kita ditolak, bisa jadi kita di red-flag, alias ditandai sehingga pada permohonan visa selanjutnya, dokumen kita diperiksa oleh mereka dengan ketat. Bahkan untuk negara lainnya (kadang ada pertanyaan, apakah permohonan visa pernah ditolak di negara lain, kan).
      Semoga mimpinya kesampaian ya, one day!

      • anti
        7 February 2012 at 3:11 pm #

        iya,katanya visaku ditolak karna di rekening tabungan tiba2 ada dana tambahan besar..
        trus,harus ada bukti hubungan antara aku dan tante aku yg menetap di adelaide,padahal tante (WNA) aku ini udah divorce sama om (WNI) aku,bingung cara ngebuktiinnya..padahal juga,yg aku ajukan itu visa turis bukan family sponsor..

  27. nathalia
    31 January 2012 at 11:40 am #

    fiuh!! keren aja Mba, salut! πŸ˜€

    • Dina
      17 February 2013 at 2:33 pm #

      makasih πŸ™‚

  28. rois
    11 February 2012 at 7:00 am #

    Salam Backpacker mbak. Saya mau tanya, mbak yg nulis :
    “Harga naik kapal pesiar dari Amerika ke Eropa pada bulan Maret-Mei bisa lebih murah daripada harga penerbangan yang termurah.”
    websitenya apa ya mbak? saya tidak nemu.

    Mks

    • Dina
      11 February 2012 at 4:48 pm #

      vacationstogo.com -> Cruise search engine, bagus untuk membandingkan harga.
      Sedangkan untuk membookingnya sendiri, kami biasa mengontak beberapa agen, mengecek smartcruiser.com & cruisecompete.com dan memilih yang diskonnya paling besar.

      Good luck ya πŸ™‚

  29. rois
    15 February 2012 at 12:55 am #

    Makasih atas info yg berguna sekali…Kalau boleh bocoran…waktu itu harga tiketnya sekitaran brp mbak ya?Sbg perbandingan.

    Mks

    • Dina
      17 February 2013 at 2:45 pm #

      yang kapal pesiar vs terbang ya?
      kalo ga salah (ingatan mulai karatan kalo nggak dicek dulu), terbang sekitar 600-700, kapal 500-600.

  30. kalender kehamilan
    21 February 2012 at 10:48 am #

    Wah menarik sekali pengalaman dan cara hidup anda, hidup nomadik tentu membutuhkan lebih dari sekedar uang, pengalaman dan keberanian tentu menjadi faktor yang sangat menentukan.

    • Dina
      17 February 2013 at 2:58 pm #

      makasih mas mbak πŸ™‚

  31. Fitrach
    4 March 2012 at 2:53 pm #

    wahh,.. bagus banget blog ini mbak, terima kasih info nya… pembaca bisa melihat kehidupan dari sisi yang berbeda…
    *langsung jadi pengen traveling

    • Dina
      17 February 2013 at 3:00 pm #

      happy traveling πŸ™‚

  32. claudy
    23 March 2012 at 8:19 am #

    Dina,
    tempted nih. Btw, apply visanya dari mana kalo lagi jalan ? biasanya kedutaan kan minta surat keterangan kerja, kalo kerjanya full time traveler gimana yah ?

  33. Bambang A Roesamadikroen
    5 June 2012 at 11:46 am #

    Menarik perjalanan kalian….
    Dengan berbelok diperjalanan…, artinya merobah jalur perjalanan..apakah ada kesulitan dalam mengurus visa masuk secara mendadak
    ?.

  34. dyudo
    12 June 2012 at 11:37 am #

    Jualan stok foto sepertinya bisa juga din πŸ™‚

    • Dina
      12 June 2012 at 12:01 pm #

      udah pengalaman mas? apa orang biasanya beneran beli?

      • dyudo
        12 June 2012 at 1:50 pm #

        iya din. Pernah ada yg beli (tepatnya pakai) buat kalender. Padahal pake poket juga. Kalo mau yg lebih rutin bisa join agency atau website2 stok foto.

        • Dina
          14 June 2012 at 3:12 am #

          Mau dong contoh link websitenya πŸ™‚

  35. Mohammed R
    26 June 2012 at 8:13 am #

    wuaaa sangat menginspirasi mbak e. aku mau coba ah travel keluar. tpsayangnya aku pny background ekonomi. hemh ni lagi usaha cari duit extra . hehehe

    • Dina
      28 June 2012 at 3:35 pm #

      kerja dulu aja πŸ™‚ kami dulu juga ga langsung kok πŸ™‚

  36. ika
    27 June 2012 at 9:47 am #

    semoga Tuhan lekas mengabulkan doa saya untuk dapat bertraveller & jadi backpaker seperti mba dina & suami.amin..

    • Dina
      28 June 2012 at 3:35 pm #

      amin!!

  37. Rudy Prasetyo
    27 June 2012 at 3:54 pm #

    Mba dina,Untuk Visa Bagaimana Mba?mungkin Bagi Kami/saya orang Indonesia agak Kesusahan untuk Melakukan perjalanan backpacker ke beberapa Negara Sekaligus.

    Mohon Infonya.

    terima Kasih

    • Dina
      28 June 2012 at 3:34 pm #

      bisa disiasati dengan menuju ke negara2 bebas visa/visa on arrival. Atau yang visa-nya bisa diambil secara keroyokan seperti schengen visa buat banyak negara eropa. atau ambil negara yang gedenya minta ampun sehingga ga perlu pindah negara pun udah nyita waktu banget (kayak australia, amerika) πŸ™‚

  38. Catur Ary Widodo
    10 August 2012 at 10:13 am #

    Mau tanya dong, kalau untuk backpacking ke seluruh dunia, minimal penghasilan per bulan yang harus didapat selama backpacking berapa ya?

    • Dina
      10 August 2012 at 10:15 am #

      tergantung ke mana, gimana tingkat penggunaan duitnya, dan ada tanggungan nggak di belakang. πŸ™‚

  39. Theresia
    21 September 2012 at 1:18 pm #

    Halo,

    boleh share bagaimana cara mencari pekerjaan sambil jalan?
    apakah memang ada temporary vacancy di negara2 lain atau bagaimana?
    pls share bagaimana mencari jenis pekerjaan spt ini di asia, eropa & US.
    Thanks!

    • Dina
      17 February 2013 at 3:01 pm #

      kerjaanku bisa dikerjakan via laptop dan internet πŸ™‚

  40. Bobby
    16 October 2012 at 11:56 pm #

    Hai Kak Dina,

    Inilah posting yang mungkin salah satu yang saya tunggu. Karena saya sudah bosen jadi pekerja kantoran dan sedang ‘membangun’ alias cari duit dari internet.
    October ini, saya beranikan diri untuk resign dari kantor dan mulai menjelajah jawa-bali-lombok, sbg solo traveling (belum nemu tambatan hati yg suka traveling juga hehe)

  41. Danti Julia
    26 October 2012 at 1:10 pm #

    Membaca blog anda membuat saya main semangat untuk menjelajah dunia. sementara ini saya traveling sendirian keliling Indonesia dan Asia (dapat tugas kerja sekaligus memuaskan hobi jalan-jalan :D). Tahun depan rencana ke Eropa dan Australia. Atau ke Afrika/Amerika Selatan. Saya juga mulai merancang bekerja tanpa harus ngantor. seperti anda berdua πŸ™‚

    • Danti Julia
      26 October 2012 at 1:11 pm #

      Ops..maaf..bukan blog, tapi website. Info di website anda sangat berguna πŸ™‚

      • Dina
        17 February 2013 at 3:02 pm #

        makasih ya mbak πŸ™‚ Sukses penjelajahan dunianya!!

  42. Ibnu Achmad
    31 October 2012 at 10:54 pm #

    Dari sekian banyak…inilah tread yang paling kucari mbak…setelah lulus ak berencana keliling Indonesia….lalu mungkin Asean dan Australia…

    Sejak kmren aku mikirin gmn caranya nyari dana buat ekspedisi panjangku menjelajah tanah air tercinta..aku berencana bersepeda.

    • Dina
      2 November 2012 at 4:40 pm #

      sepeda? awesome banget! Jangan lupa rajin share di internet πŸ˜€

  43. Richard
    12 November 2012 at 10:55 pm #

    mbak dina mbak dinaa..
    mau tanyaa, katanya mau nulis buku, bukunya kapan keluar yah mbaa? kayaknya bakalan menarik itu isi bukunya….

    • Lina
      29 November 2012 at 3:20 pm #

      Mba, pengen sih kaya Gitu, tp aq bingung klo Ky gt tmn ngurus visanya ya?apakah kta men gurus visa dr negara yg kita lagi liburan disana? Thx

      • Dina
        17 February 2013 at 3:03 pm #

        bisa πŸ™‚

        • Ali
          7 March 2013 at 2:21 pm #

          Mbak dina untuk pengurusan visa dan pasportnya yg mudah gmana ya

  44. Fanny Fristhika Nila
    6 December 2012 at 2:27 pm #

    mba negara yg di datangin pertama kali pas nglakuin perjalanan jangka pjg ini kmn?

  45. tebe
    4 February 2013 at 7:56 pm #

    baca blog ini langsung berkhayall… bisa kah saya seperti kalian berdua ???

  46. maidah
    5 February 2013 at 11:51 am #

    wahh sangat menginspirasi saya,,,, mba dina udh travelling ke korea blum? klo sdh crita2 donk kya gmana korea itu,,,,thanks

  47. Rizky
    6 February 2013 at 1:21 pm #

    hayy ..
    kenapa sich jalan2nya ke luar negara teruz ..
    gak mau kah jalan2 k.kalimantan selatan ..
    hee..

  48. Onta Labu
    7 February 2013 at 10:18 am #

    Mbak Dina, websitenya bagus banget, kemarin liat anda berdua @hitamputih trans7
    Mantab banget mbak,kebetulan saya ama istri jg hobby jalan2 hemat,, hehehe
    Kami sudah mulai jalan2 sejak tahun 2007 (baru kenegara2 Asean + hongkong macau n Mesir), tapi karena kerjaan (wiraswasta), hanya bisa maksimal 2 kali pertahunnya, Karena sistem bolak-balik ke negara sendiri, rasanya gak maksimal n mahal juga y mbak,,
    Kebetulan liat website mbak, (sesuai juga dengan cita2 kami yang ingin jalan2 minimal 3 bulan), kami makin pede aja mbak, makasih banyak atas tip2 anda, berguna sekali buat tambahan “ilmu”,,
    Ntar kalo minta advis boleh y mbak,,, heheheheh

  49. Lia K
    19 February 2013 at 6:31 pm #

    mbak dina thanks nih info & pengalaman traveling yang udah di share,
    semoga suatu saat aku bs traveling kayak mbak & suami yah.
    semog jg aku bs kerja & menghasilkan uang walau sedang traveling :D,,

    info yg bermanfaat sekali mbak πŸ™‚

  50. Bangkit
    25 February 2013 at 9:12 am #

    Sedikit, handuk pakai kanebo lenih praktis dan tak peru dijemur. Carge gudget pilih yang ujungnya bisa diganti2 sesuai kebutuhan dan adaptornya kecil.

  51. Anas
    25 February 2013 at 4:12 pm #

    Salam Kenal !

    Hari ini beli jawa pos dan nemu artikel tentanganda da web ini.
    1 hal yang menarik bagaimana detailnya anda bekerja secara online ?
    Bolehkah saya belajar tentang kerja di internet melalui anda ?

    Keinginan saya adalah :
    jika saya bisa belajar dari kemampuan kerja di internet saya akan berbagi dengan lingkungan saya yang secara ekonomi masih kurang terutam pendidikan.

    Kalau boleh posting dong artikel yang membahas ini (bidang kerja anda)

    Trims dan semoga selalu sehat dan sukses dalam menghadapi cobaan!

  52. Rina
    26 February 2013 at 10:52 am #

    Mbak Dina, pernah ga pas lagi travelling (mudah2an sih ga pernah dan dikasih sehat selalu ya, aamiin, aamiin) terus sakit, pas bahasanya yang bahasa ga bisa (maksudnya ga semua orang bisa omong bahasa yang mbak Dina bisa), ceritain dong pengalamannya

  53. Sudirman Anwar
    27 February 2013 at 6:43 pm #

    Mas dan Mbak….. sukses sll sblumnya….
    saya merasa terkesan sekali membaca tulisan2nnya….
    oh ya kalo ke Indonesia.. singgah ke pekanbaru.. trus ke Indragiri Hilir – Tembilahan (kampung Halaman saya), dari sini bisa ke batam….. trus ke singapura…. he… sukses y

  54. Ali
    6 March 2013 at 6:43 pm #

    Bagaimana untuk pengurusan visa dan pasportnya

  55. Bonted
    13 March 2013 at 12:41 am #

    Wah akhirnya kelar jg setelah baca 4 jam non stop semua pengalaman yg dituangkan di blog ini. Ini bs menjadi inspirasi byk org dan menurut saya pribadi tdk semua org diberikan kesempatan(hoki or luck menurut saya)seperti yg mbak dan suami mbak dapatkan krn memang judulnya travelling non stop selama 3 tahun, namun tanpa adanya sumber pendapatan tambahan(dari pekerjaan suami dan pekerjaan mbak secara online) sebyk apapun uang yg kita kumpulkan pasti akan habis dengan sendirinya walau sehemat apapun. Sementara peluang utk mendapatkan pekerjaan online spt yg mbak dan suami mbak lakukan itu menurut pribadi saya sudah jarang sekali ada di zaman skrg ini(jarang bukan berarti tdk ada, hanyalah sulit saja). Disamping pendapatan jg mengenai keluarga, krn hanya minoritas saja(kembali lg menurut pribadi saya) yg bs mempunyai pasangan yg se-ide-ekstrim seperti mbak dan suami, one in a million malah mungkin. Jd saya bener2 envy bgt sama mbak dan suami, semoga saya jg akan diberikan kesempatan seperti itu kedepannya nanti. Saya ucapkan terima kasih byk atas inspirasi yg sdh mbak dan suami mbak berikan kepada saya dan kepada para peminat backpack travelling lainnya. Amin.

  56. Asto Waluyo
    13 March 2013 at 9:08 pm #

    Salam kenal ya buat kalian berdua. Thanks banget infonya, ini sangat membantu dan menginspirasi saya dan istri untuk melakukan backpackers. Tetapi saya masih berpikir, bagaimana dengan urusan visa kalian? apakah bisa diurus di negara tujuan? amerika, jerman dan negara yang harus menggunakan visa? need more information. Thanks.

  57. ibnu ch
    16 April 2013 at 3:02 am #

    Haduh aku belum bisa bayangkan, untuk bisa hidup kayak begitu, maksudnya bisa keliling duna without back to kapung halaman., Tapi pasti sangat sangat Amazing. Salam kenal Mbak dina. Semoga bisa mengikuti jejaknya.

  58. Emiliana F. Silalahi (@febrinasilalahi)
    24 April 2013 at 6:02 pm #

    wah makasih infonya mbak.
    semoga di masa depan saya juga dapat suami yg bisa diajak keliling dunia bareng deh hehe

    http://febrinasilalahi-piakacangitem.blogspot.com/

  59. KA Widiantara
    4 June 2013 at 6:32 am #

    tips diatas sangat simpel, namun tidak mudah dilakukan. apalagi yang wam. Kalau udah jalan-jalan, saya biasa tak tahan dengan suvenir ini itu. padahakl tidak digunakan juga. laper mata. dan tentu, perlu kreativitas dan mental seperti mbk Dina dan pasangannya πŸ™‚

  60. dodo
    29 June 2013 at 6:50 am #

    Seru banget….
    Ngga kepikiran hidup nomaden kayak kalian, tapi pengen rasanya ngelakuin perjalanan panjang seperti kalian…
    Thx for sharing.. sekarang mo nabung dulu…

    • prawita
      12 July 2013 at 6:53 pm #

      Wahhh..inspiratif banget ….doakan mba ..sedang mau mulai solo trip november ini..bali dulu aja… :))

  61. Fe
    30 July 2013 at 11:56 pm #

    Hi Ryan & Dina,
    Salut untuk kecerdasan kalian menjalani hidup dengan cara yang unik.
    Saya juga tergolong travel addict. Jurusnya mirip2 lah, pelanggan hostel sejati,hobby cari2 route murah – moda low cost – tiket promo, mengunjungi pelosok2 negara yang jarang turis Indo sampai kesana.
    Bedanya saya single traveler asli nekat ,melakukannya untuk kepuasan batin, dan tidak menghasilkan pendapatan dari perjalanan πŸ™
    Bravo Ryan & Dina…senang mengikuti jurnal kalian.

  62. Fe
    30 July 2013 at 11:58 pm #

    Hi Ryan & Dina,
    Salut untuk kecerdasan kalian menjalani hidup dengan cara yang unik.
    Saya juga tergolong travel addict. Jurusnya mirip2 lah, pelanggan hostel sejati,hobby cari2 route murah – moda low cost – tiket promo, mengunjungi pelosok2 negara yang jarang turis Indo sampai kesana.
    Bedanya saya single traveler asli nekat ,melakukannya untuk kepuasan batin, dan tidak menghasilkan pendapatan dari perjalanan πŸ™
    Bravo Ryan & Dina…senang mengikuti jurnal kalian.

  63. Promosi Zalora
    1 August 2013 at 12:56 am #

    Dah 2 hari saya cari maklumat tentang nie… nasib baik jumpa blog awak… thanks.. info nie banyak bantu saya.

  64. adnan
    14 August 2013 at 2:30 pm #

    saya punya 2 tips untuk berhemat :
    1. banyak berpuasa dan
    2. banyak bersedekah, barangnya jangan di jual tapi sedekahkan saja, misalnya ke panti asuhan.

  65. Caderabduldotwordpressdotcom
    27 October 2013 at 9:47 pm #

    wahhh ma kasih tipsnya..wahh travel writing… keren tuh mbak..duh jadi pengin nyontoh jadi travel writing.. doakan mbak saya mimpi bisa keliling dunia seperti mbak.

  66. Zulmiswal
    27 November 2013 at 5:03 pm #

    wah terima kasih atas tipsnya mba dina,, smg perjalananya lancar dan sll dmudahkan… smg bisa ketemu dgn mb dina dan mas ryan sutu sat ntah kpn dan dimna..

  67. Witri
    1 December 2013 at 1:29 pm #

    Dear Dina,
    Bagaimana dengan visa. Saya da suami selalu kesulitan dgn visa. AS ga mslh dapat sy 5 th, UK dpt 6 bl, Australia 6 bl. Tapi Sechngen sulit dptnya pendek pendek. Apakah Dina beresin dl semua visa sebelum berangkat? Bgmn cara aplynya sementara waktu ditentukan kemd…..

  68. andina rahayu
    18 December 2013 at 7:21 am #

    Nice share mba cantiiik :))) mba din, kenapa ga bikin buku solo mba? Belom ada kan? Let me know kalo blm ada,ak belum denger soalnya,hehee. Kalo ga kerja make internet sebenernya kita juga bisa sih tiap nyampe negara langsung cari kerja disana,part time aja. Apapun yg penting menghasilkan πŸ™‚

    @andinarahayu

  69. adadsayuty
    9 January 2014 at 10:53 am #

    terima kasih banyak atas infonya, semoga sukses selalu
    http://obatherbalkencingnanahoke.wordpress.com/

  70. Esther
    26 April 2014 at 3:07 pm #

    Kalau boleh tahu, startnya membawa dana berapa ? Saya juga sudah menyusun itinerary untuk keliling dunia, sebisanya jalan darat. Saat ini baru Asia -Eropa, dan sudah menghabiskan waktu lebih dari 1 tahun. Saya wanita, single mom. Rencananya mau Travel bersama anak saya cewek 11 tahun. Rencana membiayai perjalanan dari membuat video dan menjualnya ke stasiun TV …thks atas inspirasinya

    • Dina
      5 August 2014 at 6:09 pm #

      Kami doakan semoga cepat sembuh ya πŸ™‚ Dan semoga pernikahannya langgeng.

      Travel nggak harus dengan budget besar kok, bisa dengan cara meminimalisir pengeluaran, seperti yang kami sebutkan di atas. Jauh lebih budget lagi juga bisa, banyak teman-teman yang memanfaatkan cara seperti menumpang. πŸ™‚

  71. Nirmala
    7 June 2014 at 11:00 am #

    Mba Dina n mas Ryan,,,,,sy tertarik banget utk traveling ke eropa ala ransel tp msh blm berpengalaman utk buat itinerary nya,,,,ada saran dr duaransel????

    • Dina
      7 August 2014 at 4:22 pm #

      mulai browsing-nrowsing aja Mbak. Wikitravel bisa jadi acuan awal. Kalo sendirian, siap2 nginep di hostel, biar murah. Eropa cukup gede. Mungkin bisa dilihat dulu akan pergi berapa lama, budgetnya berapa, dan minatnya apa / negara apa. πŸ™‚

  72. ahmad
    16 June 2014 at 11:36 pm #

    berpindah dari 1 negara ke negara lain gimana visanya tuh mas ? ada tips barangkali ?

    • Dina
      7 August 2014 at 4:33 pm #

      Diurus sambil jalan, proses dari negara tetangga.
      Atau prioritaskan yang bebas visa atau yang visa on arrival dulu.

  73. ary
    3 August 2014 at 11:43 am #

    So inspired keren mb

    • Dina
      4 August 2014 at 4:05 pm #

      Makasih ya πŸ™‚

  74. hendra
    22 August 2014 at 8:24 pm #

    kl kata orang medan…bah, ngeri kali pun!! tanpa perlu basa basi, sbgmn saya org medan gak suka basa basi, saya angkat topi, angkat 2 jempol, kl bisa angkat kaki dgn kehebatan traveling bu dina n suami. Terima kasih banyak utk websitenya, trs trg saya nyesal baru ketemu web hebat ini. Saya baru membaca beberapa thread,tapi ingin baca smua, bahkan saya sampai nginap di ktr utk membaca web ini. Terlepas dari keberuntungan atau apapun namanya, yg jelas saya terinspirasi, membuka wawasan dan menambah iman saya, bahwa yg kliatan mustahil ternyata bs dilakukan…

    • Dina
      23 August 2014 at 7:46 pm #

      Hehehhe, makasih Bang Hendra πŸ˜€ Hati-hati kalo mo angkat kaki, duduk dulu, biar ga jatuh :).
      Awal tahun ini saya dan suami ke Medan, mengunjungi Sinabung yang sedang berkesusahan. Tinggal di Berastagi sekitar 2-3 minggu. Waktu di Medan, suka ditawari naik kereta di pinggir jalan. Bingung saya.
      Terus pas ke tempat orang jualan durian, saya bingung kata mereka durian sebanyak itu bawanya naik motor. Gila, apa ga sakit punggungnya yang nyetir motor?

      Eh, ternyata motor itu mobil. Dan kereta itu sepeda motor. Hehehhe… Diketawain anak-anak Backpacker Medan :))

  75. hendra
    22 August 2014 at 8:48 pm #

    oh iya, saya baca byk tmn2 yg bertanya2 apa kerjaan (tentu yg menghasilkan) tapi bisa dilakukan sambil traveling keliling dunia. Kbtln saya punya teman seorang penulis berita di salah satu koran terkemuka ibukota. Dia gak pernah ke kantor, yg penting harus rutin nulis artikel n dikirim via email saja, trus dapat duit. Otomatis di mana saja dia bisa kerja. Penghasilannya termasuk besar. Pernah beberapa kali ke luar negeri, tapi sayangnya dia gak terlalu hobi jalan2 so statusnya yg freelance tajir itu gak dimanfaatkan maksimal.

    • Dina
      23 August 2014 at 7:42 pm #

      Hehehhe, iya, penulis apalagi yang ga harus ngantor, kesempatannya jadi nomad bagus banget. Apalagi kalau segmen dia traveling, hasil travelingnya bisa ditulis juga. Sekalian jalan, dipake buat bikin duit. Itu yang sedang saya bina sekarang πŸ™‚

      • hendra
        24 August 2014 at 2:55 pm #

        oh ya bu dina, disamping buat buku, kenapa pengalaman,trik n foto2nya gak ditawarkan ke surat kabar a/ majalah? tentu saja tdk gratis, ada honornya. Menurut saya tulis ke koran/majalah dulu baru buat buku biar nama bu dina tenar dulu (jurus promosi gratis tapi legal hehehe…)
        Trus kalau nanti nomadennya udah selesai saran saya tinggal aja di indonesia dan buat perusahaan traveling, minimal jd guide tour prusahaan travel. 2-3 thn blkgn ini traveling meningkat sgt tajam, seiring dgn meningkatnya golongan menengah di indonesia.bandara soetta jd yg tersibuk/terpadat ke 3 di dunia kl ga slh, sampai hrs dipindahin ke halim skrg.
        Skrg byk muncul usaha tour travel, tpi tra trg kbykn hy jual tiket, klpun ada tournya msh krg profesional bgt. Guide tournya byk yg msh pake org di negeri tujuan tour yg tentu pake bhs inggris, smntara yg ikut tour di indo biasanya kan ibu2,bpk2,nenek2,kakek2,encim2,opa2 yg udah pensiun n ingin jln2 mnikmati hsl kerjanya. Saya tau krn sy jd agen travel 3 prusahaan tour sklgus sbg bisnis sampingan,sdk pkerjaan utama PNS. Sy suka ksh masukan sm merekagmn caranya spy tournya dibenahi/dibuat profesional n usul sy diterima. Jadi kl bu dina n suami buat prusahaan tour travel yg konsepnya unik sekaligus jadi guide tournya pasti maju pesat karena udah pengalaman (amin!!)

  76. Zeihan
    6 October 2014 at 4:04 pm #

    Kerja programing seperti apa yang dilakukan om ryan?
    saya juga berkutat didunia programing, tetapi pada saat kerja juga diperlukan bertemu klient untuk membahas projectnya dan sekarang untuk trip belum bisa terlalu jauh. karena tetap harus bekerja.

    • Dina
      14 October 2014 at 12:30 pm #

      Ryan di bidang web development sekarang :). Memang tantangannya di komunikasi dengan klien. Kita menggantungkan diri pada skype dan sarana chattingan lainnya. juga email. Membina klien yang bisa percaya dengan kerja jarak jauh juga ga gampang ya. Jadi mungkin saran buat kak zeihan, bikin jaringan dulu, biar ntar dengan semakin saling percaya, bisa mulai dibina jarak jauh πŸ™‚

  77. zakih alma'badi
    18 October 2014 at 3:52 pm #

    selamat sore mbak dina …
    Aku zakih , sebelumnya salam kenal yaa mbak dina heheheh
    aku mau tanya nih mba..
    itu bagaimana Perizinan Visanya mbak untuk Travel jangka panjang seperti itu ?

    terima kasih sebelumnya
    salam sukses!

    • Dina
      26 February 2015 at 3:16 am #

      Salam kenal Mas Zakih πŸ™‚
      Biasanya diurus dari negara tetangga mas πŸ™‚
      Salam jelajah

  78. Nurul
    19 October 2014 at 9:45 pm #

    Dulu waktu SMP saya pernah punya cita-cita konyol, pengen “hidup nomaden” tpi ilang begitu aja. Sekarang baru akhir-akhir ini cita-cita itu nongol lagi dan coba-coba nyari cerita tntng kehidupan nomaden. Wh nemu webnya mba Dian. Aduhh bikin iri, mana nomadennya breng belahan jiwa lagi. Semoga bisa deh kaya mba Dian πŸ™‚

    Trus saya mau tanya, selain pekerjaan yg mba dan mas Ryan lakoni untuk mebiayai travelingnya, kira2 kerjaan apalg ya mba yg bisa dilakoni smbil traveling?
    Dan klo backpackeran bawa laptop, mba Dian simpen dmna ya laptopnya? Bareng sma baju dn lainnya kah? atau pke tas khusus dan trpisah dr brg lain?

    • Dina
      26 February 2015 at 2:46 am #

      Kerjaan kita di bidang travel writing, social media, dan web development. Semuanya ngefreelance, dan bisa dilakukan dari jarak jauh via laptop dan internet.

      Aku punya ransel besar dan ransel kecil. Kalo untuk harian, aku pake ransel kecil. Laptopnya bisa dibawa di situ atau ditinggal di ransel besar atau save deposit box di penginapan. Kalo sedang berpindah lokasi, laptopnya dimasukkan ke dalam ransel kecil, kemudian dimasukkan ke dalam ransel besar. Jadi ringkas. πŸ™‚

  79. Hendi
    12 November 2014 at 1:43 pm #

    1 lagi mbak,ngereview produk biasanya malah dapat bonus tiket gratis,apalagi kalau yang direview agen perjalanan atau pesawat komersil mungkin,hehe

  80. Wisata Di Bandung
    10 February 2015 at 11:02 am #

    Jika kalian traveling ke luar negri sedangkan kalian tidak bisa bahasa yang mereka gunakan apa yang akan kalian lakukan? mohon maaf jika pertanyaannya salah dengan artikelnya

    Terima kasih ilmunya sangat bermanfaat

    • Dina
      25 February 2015 at 8:35 am #

      Coba pakai bahasa inggris simpel dan bahasa tubuh πŸ™‚

  81. java.chic
    5 March 2015 at 2:12 pm #

    Wah gaya hidup spt ini bs dijalankan kl blm punya anak ya jd gampang adaptasi apa2 kl cuma utk urusan 2 org, tp mmg life is a choice… prnh baca ttg famili dgn 2 anak yg travel keldu setahun kl gk slh, jd sekolah adalah seluas dunia yg mrk jelajahi… thumbs up bwt anda2 dgn sgl madness yg ada, jgn slh berada d rumah jg tdk luput dr madness2 kecil… jd ya whatever lifestyle we adoptbya enjoy aja… saya blm ada keberanian utk menjual rumah beserta isinya krn memikirkan anak2, tp setidaknya kita sll terbuka utk pindah kota atw negara anytime a better opportunity arises. Or sekedar pindah alamat utk gt suasana. Alhasil in my life I’ve been moving like more than 20 times! Fun madness, enjoying new places everytime… blm bs lebih dr itu hehe… mungkin nt ya kl anak2 sdh pd mandiri
    Oh btw penghasilan di Indon mmg beda dgn di LN ya yg bs menimbun pundi dollar atw euro for that kind od lifestyle… tp sgt menarik tips2nya dan mmg itu yg kami aplikasikan utk gaya travelling kami, travelling seru hemat… what counts during the journey itself are the memories that stays… Salam hangat dr Bandung…

    • Dina
      16 May 2015 at 2:19 am #

      Hehhehe, betul, hidup itu pilihan. Kita juga banget banget yang dikorbankan, ditinggalkan… Tentunya setiap manusia punya cerita sendiri-sendiri, sesuai dengan keunikan sifat dan kesempatan-kesempatan yang ada. Semoga selalu bahagia sekeluarga ya :))
      Oh ya saya dulu pernah tinggal di Bandung lho, hehhehe…
      Salam hangat dari kanada

  82. Zulfa
    11 March 2015 at 3:17 pm #

    Saya juga programmer dan travel writer. But stay in house as housewife. Take care of children and travelling for sometime. Semoga lancar kedepannya mbak Dina dan Ryan. Ditunggu cerita seru lainnya. πŸ™‚

    • Dina
      16 May 2015 at 2:24 am #

      wah πŸ˜€ Salam buat suami dan anak-anak ya mbak!! πŸ˜€

  83. elviasna
    28 April 2015 at 1:34 pm #

    kehidupan yang banyak diinginkan orang, tp sedikit yang berani berani melakukannya.
    semangat……

    • Dina
      16 May 2015 at 1:58 am #

      makasih ya πŸ™‚

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ò€œDua RanselÒ€ Backpacker Penjelajah Dunia « Destination Anywhere - 6 January 2012

    […] http://www.duaransel.com/tips-2/travel-tips/10-tips-mendanai-traveling-jangka-panjang/ […]

  2. Wanderlust Indonesia WanderChat with Dina&Ryan @DuaRansel | Wanderlust Indonesia - 18 August 2014

    […] Tidak mengenal istilah β€œLet’s go home!” melainkan β€œLet’s travel more!” rupanya menjadi keseharian Dua Ransel. Jatuh bangun dalam mempertahankan diri selama perjalanan dengan menggendong ransel masing-masing menjajaki berbagai wilayah membuat mereka terbiasa menjalani gaya hidup Nomaden Traveler. Untuk survive, tentunya banyak cara digunakan salah satunya adalah yang mereka sebut dengan digital nomad yaitu memanfaatkan teknologi dan internet untuk mendapatkan uang. Mereka bekerja secara digital dimana hasilnya mereka kirim kepada klien. Tentu saja untuk mencari koneksi internet yang murah ataupun gratis serta memadai untuk bekerja di setiap negara yang dikunjungi menjadi tantangan sehari-hari bagi Dina&Ryan. Selain itu, Dua Ransel juga berbagi tips untuk merencanakan keuangan selama traveling yang bisa dilihat disini […]

Leave a Reply