Kesan-kesan Fiji: Laguna Indah dan Bentol-bentol Kulit

Kunjungan kami di Fiji hanya sebentar, namun mengesankan. Status kami di Fiji sebenarnya cuma transit, penerbangan dari Sydney, Australia, ke Los Angeles, Amerika Serikat. Transit di Fiji selama 2 jam? Mengapa tidak diperpanjang sekalian menjadi beberapa hari, jika harganya sama?

Jadi, ini adalah kesan-kesan kami tentang Fiji:

1. Menikmati pemandangan atol dari pesawat terbang ketika menuju ke Fiji.

Atol, dilihat dari pesawat terbang

2. Menikmati refleksi alam sempurna pada air laguna yang tenang. (Foto bisa didownload gratis di sini sebagai wallpaper)

3. Bersantai di bawah pohon kelapa, dengan laguna nan biru terhampar di depan kami.

Bersantai di bawah pohon kelapa dengan laguna terhampar di depan mata

4. Menyusuri pantai laguna dan memeriksa cacing laut di antara koral-koral. Cacing laut atau apa ya namanya? Yang pasti banyak yang semeter lebih panjangnya.

Cacing laut di antara karang-karang di laguna

5. Menonton penduduk lokal nyemplung ke laguna untuk menangkap ikan di pagi hari.

Penduduk setempat mencari ikan di laguna

6. Menyantap hidangan lokal “fish in Lolo” dan hidangan manis “banana in lolo”. Lolo artinya santan/krim kelapa. Fish in lolo rasanya agak mirip dengan lodeh yang tidak pedas, sedangkan banana in lolo agak mirip dengan kolak. Cocok untuk suasana pantai yang rileks.

7. Mengikuti yaqona/kava ceremony, sebuah upacara meminum minuman tradisional kepulauan Pasifik yang terbuat dari akar pohon kava/yaqona yang memiliki efek menenangkan. Ceritanya, pada jaman dulu suku-suku kepulauan Fiji ini berangas, suka perang dan kanibal. Mereka suka menyantap lawan mereka yang kalah ketika perang antar suku. Setelah minuman yang menenangkan ini diperkenalkan, mereka jadi lebih santai dan meninggalkan budaya kanibalisme mereka. Jadi minuman ini cocok buat teman-teman yang garang-garang!

Kava Ceremony di Fiji

Sensasi minuman ini? Mulut dan lidah terasa sedikit kesemutan dan mati rasa. Apakah kita merasa santai? Hubby sih iya, sedangkan saya tidak. Mungkin kurang banyak minumnya. Rasanya? Ambil segenggam tanah di halaman belakang, campurkan dalam semangkuk air, dan minumlah. Rasanya seperti itu!

Kava Ceremony di Fiji
8. Berteriak “Bula” ke semua orang disekitar kami.
Bula berarti halo. Selama kunjungan singkat kami di sana, kami menerima ratusan seruan Bula baik dari staf maupun dari orang-orang tidak kenal yang kebetulan lewat di jalan. Termasuk dari paman-paman dan anak-anak muda yang sedang menggandol di belakang truk pick-up!

9. Mengunjungi Sigatoka, sebuah kota di Fiji. Kota ini memiliki sebuah kuil Hindu yang menawan di atas bukit, tetapi jembatan kereta api yang roboh ke sungai menjadi pemandangan yang paling saya ingat. Beberapa tahun yang lalu, banjir besar menyapu sebagian dari jembatan ini. Untungnya jembatan tua ini memang sudah tidak dipergunakan lagi.

Jembatan kereta api tua yang rusak di Sigatoka

10. Bangun pukul 2 pagi untuk menikmati hujan meteor Geminid yang bertepatan dengan kunjungan kami di Fiji. Dalam 25 menit, kami menyaksikan 26 meteor, luar biasa! Langit malam Fiji yang tidak terpolusi oleh debu dan cahaya lampu kota memang cocok untuk mengamati bintang-bintang di langit.

11. Mandi menggunakan shower “ember”. Caranya, kamu isi sang ember dengan air, gantung si ember di langit-langit kamar mandi, lalu buka kenop pancuran di bagian bawah!

Shower ember di Fiji
12. Menonton pertunjukan tarian api yang luar biasa! Penari-penari api ini menggunakan tongkat berujung api, rantai berujung api, atau benda-benda lainnya, diputar-putar dengan sangat cepat selagi mereka menari, membentuk lukisan-lukisan kuning cerah di langit malam.

Tarian api

Tarian api

13. Mencoba untuk menikmati sunset di hari yang mendung dan bergerimis. Sayang kok selalu gerimis pas sunset sewaktu kami di sini.

Sunset saat mendung dan gerimis

14. Pengalaman snorkeling terburuk yang pernah kami alami: Snorkeling dalam semangkuk sup “kutu laut”. Snorkeling di terumbu karang ini awalnya sih biasa-biasa saja. Bunaken jauh lebih cantik. Namun entah bagaimana, tiba-tiba air disekitar kami penuh dengan “kutu laut” (sepertinya salah nama, tapi begitulah pemandu snorkel kami menyebutnya). Ribuan sengatan kecil dan panas menyerang sekujur tubuh kita. Sensasinya seperti disengat ubur-ubur tak kasat mata. Perahu kami segera datang untuk menyelamatkan kelompok kami dari air. Bentol-bentol akibat sengatan ini dan rasa gatal/sakitnya tidak hilang hingga sampai beberapa minggu lamanya!

Snorkeling di sup kutu laut

Ya, yang ini sih bukan kesan manis, tapi kesan menyebalkan. Dari semua lokasi snorkeling di Fiji konon cantik-cantik, justru yang berkutu inilah yang kami datangi! Ah, sialnya!

Tags: , , , , , , ,

8 Responses to “Kesan-kesan Fiji: Laguna Indah dan Bentol-bentol Kulit”

  1. ansella males login
    18 February 2011 at 11:38 am #

    poto penari apinya menarikkk :)suka suka sukaaa….
    ada poto cewe seksi juga ‘ahak’ sementara sang suami menatap mesra (kaenya masih tema valentinekah sekarang?)

    soal ubur2 aku juga sudah pernah, rasanya lautnya bersih tapi pas nyemplung cekat cekit, serasa ada nyamuk di air atau kena jarum suntik kecil dari kanan kiri depan belakang hehehe… lama-lama ga sakit-sakit amat cuma penglihatan saja yang terganggu pas berenangnya karena saya tipe yang ga suka pake kacamata kalo berenang ealah… malah curhat 😀

    • Dina
      21 February 2011 at 2:58 pm #

      ‘ahak ahak ahak’

      Iya, iya! Mirip gitu emang, ndak kelihat ada apa2nya, tapi celekit2 banget kan, menyebalkan! Loh, sampe kena mata yah? Aku untungnya pake kacamata renang, kan serem kalo mataku benjol2… (kasian yang liat)

  2. Amer
    20 February 2011 at 6:50 pm #

    wah sungguh menakjubkan Fiji ini! Tempat yang semestinya dilawati suatu hari nanti [jika mempunyai wang yang lebih ;-)] airnya nampak tersangat jernih bagaikan ‘paradise’ dan gaya hidup sangat tenang. Tambahan dapat melihat hujan meteor yang menakjubkan. Tahniah juga saya ingin ucapkan karena dapat membuat 2 versi blog dalam bahasa Indonesia dan juga English!

    • Dina
      21 February 2011 at 3:07 pm #

      Hi Amer, thank you!! Baru saja baca profilemu di blogmu, wah, salut!! Senang punya teman sesama traveler dari Indo/Malay region! Lucunya, aku juga dari London, tapi London Canada bukan inggris (I assume you are from the London UK). I like what you write in the “How Do I Travel?” section in tour blog, it sums up our traveling style too. We are using backpack, we can go rugged, we can live in a campervan for weeks, but “good deal” is the main thing! We went to Copenhagen, and using Priceline.com, the price for 4 star hotel room was the same with cheapest hostel beds for 2 people. Flight USA -> Europe cost the same with 2 weeks cruise ship with 7 stops, why not taking the longer and comfortable one, plus we can visit those 7 places! So great to know you 🙂

  3. Bama
    10 April 2011 at 8:04 pm #

    Wah seneng rasanya baca blog orang Indo yg backpacking keliling dunia. Selama ini kebanyakan orang bule mulu, jarang banget orang Indo. Tadinya iseng blogwalking dan nemu vagabondquest, eh ternyata ada versi duaransel. Nice…
    I’ll definitely bookmark this blog.

    • Friska
      10 March 2015 at 3:46 pm #

      Iya, saya setuju banget.
      Salut buat mba Dina dan suami.
      Selamat menikmati dunia dan terima kasih untuk motivasi menjelajahnya mba

      • Dina
        16 May 2015 at 2:22 am #

        Makasih ya, salam jelajah 🙂

  4. nathalia
    31 January 2012 at 12:00 pm #

    kutu? duh 🙁 .. untung efeknya cuma gatal ya Mba? ndak sampai demam 🙁

Leave a Reply