Travniversary Ketiga

Travniversary ketiga =D

Begini kisah mulanya…

Tepat 3 tahun yang lampau, pontang-panting menutup lembaran kehidupan normal, untuk memulai penggelandangan. Eh, pengelanaan!

4 hari sebelum keberangkatan, main akrobat bersama bestfriends di apartemen yang nyaris kosong. Mumpung, gitu. Di pojok itu, tadinya ada meja, sofabed, dan televisi.

36 jam tak pejamkan mata. Apartemen sewaan yang akan ditutup masih berantakan. Barang-barang belum lenyap. Ransel belum dipak!!

6 jam sebelum berangkat, Ryan masih berkunjung ke kantor.

4 jam sebelum berangkat, mobil pinjaman buat angkut-angkut barang mogok.

3 jam sebelum berangkat, Dina panik di sebelah ransel kosong dan segunung baju. Saking paniknya, memilih 4 kaos saja tak bisa.

2 jam sebelum berangkat, Dina breakdown. Panik dan tak bisa fokus akibat ngantuk. Travel dokumen harus lengkap di tangan. Ryan masih di kantor.

2 jam berikutnya berlalu dengan buram. Teman-teman kantor Ryan mendorong mobil mogok. Adik Ryan membantu membersihkan apartemen.

Sedikit barang disimpan, sebagian besar disumbang. Kami tak berencana untuk kembali. Para tunawisma asyik memilah barang.

Menutup apartemen dan kehidupan normal. Menyulap barang agar muat dalam Dua Ransel. Entah untuk berapa lama. Tanpa rencana pulang.

3 tahun yang lalu, kami berdua tertidur pulas, dalam perjalanan 2 jam menuju perbatasan.

3 tahun kemudian. Naik bus border crossing darat, dari Laos ke Vietnam. 20 kursi, 40 orang, 5 ayam, 12 jam.

Baca juga: Travniversary Kedua

Tags: , , , ,

17 Responses to “Travniversary Ketiga”