Kenangan Paris: Arc de Triomphe

Kali ini saya mau berbagi cerita tentang pertama kali saya pergi ke luar negeri. Waktu itu, saya masih kuliah. Kakak saya, Dede, waktu itu sedang Co-op di Maulburg, sebuah desa kecil di pinggir Black Forest di Jerman. Dia mengajak saya untuk berlibur di sana selama beberapa minggu. Bahagianya bukan kepalang!

Sesampai di sana, Dede punya kejutan lagi (seolah pergi ke Jerman tidak cukup hebat): dia membawa saya pergi ke Paris! Paris adalah kota impian saya saat itu, apalagi setelah membaca komik Jepang Rose of Versailles. Wah, senangnya!

Sewaktu di Paris, kami berdua tentu saja bertekad mengunjungi landmark-landmark terkenal di kota tersebut. Menara Eiffel, tentu saja. Museum Louvre, tempat tinggal sang Monalisa, pun tak ketinggalan, meskipun hanya dari luarnya saja. Bahkan kami sempat mengunjungi Istana Versailles yang terletak di luar kota Paris!

Salah satu landmark terkenal di sana adalah Arc de Triomphe, alias gerbang kemenangan. Berdasarkan keterangan yang kami baca dan dengar, gerbang pelengkung ini berukuran sangat besar, berwarna putih, ndak jauh dari Museum Louvre, dan saking besarnya, kata orang tidak mungkin terlewatkan.

Mulailah kami berjalan menuju ke Arc de Triomphe! Hari itu kami sudah berjalan jauh, jadi sebentar-sebentar saya bertanya ke sang kakak, “Kapan sampainya sih, De?” atau “Masih jauh?” Duh, haus… mana harga air minum 10 ribu rupiah lagi. Pada tahun 2000, itu duit banyak. Sehingga kita pilih untuk minum air dari air mancur di jalanan kalau ada.

Wah, alangkah senangnya kami ketika akhirnya sebuah monumen arc putih muncul di hadapan kami! Benar, ternyata tidak jauh sama sekali dari Louvre. Kami kira masih setengah atau 1 jam lagi dari Louvre. Tidak hanya dekat, malah selokasi. Tapi…. kok ndak terlalu besar, ya? Besar sih iya, tapi “besar sekali” sih ndak.

“Wah, De, besar sih, tapi ternyata ndak sebesar yang aku kira.”

“Iya nih, aku kira juga lebih besar. Tapi cantik sekali ya…”

“Iya, cantik, apalagi ada patung pasukan kudanya berwarna ijo di atas atap.”

Kami terdiam sebentar, menikmati keindahan gerbang putih setinggi kurang lebih 20 meter di depan kami.

“Ayo De, potret-potret!”

Arc de Triomphe du Carrousel

Arc de Triomphe berkuda hijau. (Tapi itu hubby saya, bukan Dede. Artikel ini ditulis sewaktu kami backpacking, tidak bawa foto-foto lama)

Dan segeralah kami beraksi. Potret-potret ria dengan salah satu lambang kota Paris yang terkenal! Sempat kami perhatikan bahwa para turis di sekitar kita agak mengacuhkan landmark tersebut, tidak seperti para turis yang heboh ambil potret di sekitar Menara Eiffel, Museum Louvre, dan Istana Versailles. Saya jadi berpikir, apakah Arc de Triomphe ini kurang terkenal ya? Kok orang lain kurang antusias melihatnya?

Setelah puas menikmati gerbang ini, kami pun beranjak meninggalkan tempat itu.

Di malam berikutnya, kami naik bis wisata untuk menikmati pemandangan kota romantis Paris di malam hari. Salah satu highlight tur ini adalah Arc de Triomphe. Sewaktu tour guide kami menyebutkan nama Arc De Triomphe, kami pun melongok ke jendela. Dan… oh my God! Kok sekarang Arc de Triomphe-nya jadi besar sekali? Tingginya jadi 2 kali lipat, lebarnya pun 2 kali lipat, dan terletak di pertengahan jalan simpang 12. Iya, sungguh, 12! Di sekeliling monumen raksasa, kendaraan macet bertumpah ruah ke segala arah seperti es cendol. Seingatku kemarin waktu pergi ke sini di siang hari, kok ndak ada mobil-mobil. Dan oh lihatlah! Banyak sekali turis di situ yang sedang berpotret-potret ria, malam-malam begini! Sambil bengong ku berkata,

“Kok beda sekali, ya De…..”

“Hmmmm….”

“Loh, mana patung kuda di atasnya??? Kok ga ada?”

“Eerrr…”

Arc de Triomphe de l'Étoile

Arc de Triomphe yang termahsyur: Arc de Triomphe de l'Étoile

Dan kemudian, momen pencerahan pun tiba….

Ya ampun! Yang kita lihat di hari sebelumnya itu, rupanya bukan Arc de Triomphe yang terkenal! Kami salah landmark! Kami potret-potret di tempat yang salah! Pantas saja kok kemarin orang di sekitar kami tidak terlalu mengacuhkannya.

Kita pun tertawa terkikik…

Sebenarnya kami tidak menyesal potret-potret di situ karena meskipun tidak terkenal, tapi cantik sekali dan mengesankan. Bisa jadi landmark utama kota kalo ditempatkan di kota lain. Tapi kami merasa tertipu, karena gara-gara itu kami tak sempat memotret Arc de Triomphe yang terkenal ini sekalipun. Kemarin salah tempat, hari ini hanya lihat dari bis. Bis tidak berhenti, jadi tidak bisa potret. Tapi ah, ya sudah, yang penting kan kami sudah sempat lihat, hehehe. Benar-benar berukuran raksasa dan megah!

Oke, jadi yang kemarin itu apa? Ternyata gerbang mini tersebut bernama “Arc de Triomphe du Carrousel”, bertinggi 19 m dan berlebar 23 m, berpatung kuda di atap, dan bergerbang 3. Sedangkan Arc de Triomphe yang terkenal itu bernama lengkap “Arc de Triomphe de l’Etoile, bertinggi 50 m, berlebar 45 m, dan bergerbang 1. Tidak hanya cantik, tapi juga sangat megah! Kalau foto keduanya dibandingkan kanan kiri, wah, memang tidak mirip. Namun maaf deh, kami kan tidak bawa foto pembanding sewaktu itu!

The mini Arc de Triomphe menjadi kenangan manis antara saya dan Dede. Sampai saat ini, kalau kita mengingat masa itu, kita masih suka dibuat tertawa. Ketika saya kembali ke Paris lagi bersama hubby tahun 2009, diapun tertawa mendengar kisah konyol kami. Dan karena itu pula kami memastikan bahwa si hubby juga punya foto berlatar belakang Arc de Triomphe mini!

Menara Eiffel di tengah kota Paris, dipotret dari Arc de Triomphe

Menara Eiffel di tengah kota Paris, dipotret dari Arc de Triomphe

Tips:

  • Bawa peta kota kalau tidak mau landmark terkenal terlewatkan (biasanya bisa dapat gratis dari penginapan), dan baca dong petanya!
  • Kalau ragu dan bingung, tanya orang di sekitar

Moral:

  • Landmark di kota Paris ada banyak sekali. Meskipun tidak tertulis sebagai tempat wajib, banyak landmark yang sangat mengesankan. Kota Paris memang cantik sekali. Tidak usah kuatir objek yang kalian lihat adalah terkenal atau tidak, yang penting kalau memang suka ya nikmati saja. Justru menemukan hal-hal yang tidak tertera di buku panduan itu lebih mengasyikkan daripada terlalu terpaku pada daftar top attraction. Arc de Triomphe mini ini pun begitu. Cantik sekali, meskipun tidak terkenal seperti saudara besarnya, Arc de Triomphe de l’Étoile.

Pertanyaan buat kalian:

  • Bagi yang sudah pernah ke Paris, apakah kamu pernah ambil foto di Arc de Triomphe mini juga? Bagi yang akan ke sana, ayo ambil foto monumen ini, kita jadikan terkenal di Indonesia, hehe!
  • Pernah salah mengenali landmark terkenal seperti kami?

Tags: , , , , , ,

9 Responses to “Kenangan Paris: Arc de Triomphe”