Hampir Jadi Korban Penipuan di Barcelona: Let Me Help You Take the Photo, Sir?

Suatu siang sewaktu kami duduk-duduk di sebuah taman di dekat pusat kota Barcelona, sepasang pria dan wanita setengah baya mendekati kami. Mereka tampak seperti turis lokal. Mereka bertanya kepada kami, apakah kami bisa membantu mereka mengambil foto berlatar belakang suasana taman. Kami setuju saja, meskipun agak bingung karena tempat tersebut tidak terlalu spesial dibanding landmark-landmark Barcelona. Saya menunggu di kursi taman, dan si wanita titip tasnya pada saya supaya dapat beraksi lebih cantik di fotonya. Ryan pun beranjak dari kursi membantu mereka.

Setelah beramah tamah sedikit, mereka menawarkan untuk membantu kami mengambil foto kami di lokasi yang sama. Sebenarnya kami kurang tertarik karena kami tidak mementingkan foto berduaan, dan selain itu tempatnya biasa saja. Tapi ya sudahlah, kesempatan ada yang mau memotret. Si wanita menggantikan saya duduk di kursi taman, sementara saya beranjak berdiri. Dia berkata, “titipkan saya saja tasnya biar lebih bebas.”

“Wah, tas saya kecil kok, tidak masalah,” kata saya. Yang saya tinggalkan di kursi taman hanyalah kantung kresek yang berisi sebungkus kripik kentang yang telah terbuka. Sang wanita duduk di situ, sedangkan sang pria bersiap untuk memotret kami.

Sebuah taman di Barcelona, Spanyol

Hasil jepretan sang pria

Perasaan kami sulit dijelaskan, mungkin ini berasal dari insting. Gelagat pasangan tersebut aneh. Mereka “agak terlalu bersikeras” berusaha supaya kita meninggalkan bawaan kami di kursi, berusaha untuk mengambil potret dari jarak jauh, padahal benar-benar tidak ada objek khusus di belakang kami. Karena kita merasa tidak nyaman, Ryan pun dengan sopan mendatangi si pria dan berterima kasih, mengulurkan tangannya mengambil kamera kami dari sang pria. Dengan “agak” enggan, dia memberikan kamera tersebut pada Ryan.

Setelah itu, pasangan tersebut tidak duduk-duduk di taman yang sepertinya tadi katanya hendak mereka lakukan, namun meninggalkan tempat dengan terburu-buru. Gelagatnya benar-benar beda dengan sewaktu pertama kali datang tadi.

Apakah yang terjadi di sini?

Mereka adalah sepasang scammer yang berkedok sebagai turis, hendak menyikat kamera dan tas kami. Bahkan sang wanita meletakkan tasnya di kursi, menunjukkan bahwa dia percaya pada saya, untuk memberi contoh pada saya bahwa saya bisa mempercayainya untuk menjaga tas saya (Jangan pernah meninggalkan tas anda!!). Untung saja di tengah proses, kami menyadari hal ini.

Scam atau penipuan di tempat wisata bukan hal yang asing lagi, dan mereka tidak selalu melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Terkadang mereka berpura-pura ramah pada awalnya. Bukan artinya semua orang ramah adalah tidak tulus, bukan artinya kamu tidak bisa membuat teman di jalan. Namun selalu waspada adalah hal yang penting sekali dalam berkelana, just in case kita bertemu dengan orang yang tidak benar. Sewaktu kami di Barcelona, kami masih hijau. Dengan berjalannya waktu, meskipun tidak akan bisa sempurna, kami lebih pandai dalam menilai apakah orang yang ramah kepada kami itu tulus atau berniat buruk. Tidak ada salahnya untuk selalu waspada.

Kalau anda ke Barcelona, hati-hati, banyak pencopet di La Rambla. Bahkan terkadang dalam rupa cewek-cewek yang ramah dan sexy.

Pernah jadi korban penipuan selagi berwisata? Bagi pengalaman di kolom comment di bawah ini!

Tags: , , , , , ,

29 Responses to “Hampir Jadi Korban Penipuan di Barcelona: Let Me Help You Take the Photo, Sir?”