Bercengkerama dengan Walabi Liar (Saudara Kanguru) di Granite Gorge, Australia

Perkenalkan, Rock Wallaby dari Granite Gorge, Australia!

Jika anda diminta untuk menyebutkan satu binatang Australia, kemungkinan besar kanguru dengan baby joey di kantung melompat-lompat di benak anda. Kanguru bisa dibilang sebagai binatang Australia yang paling simbolik dan terkenal, namun saya justru lebih menyukai sepupu mungilnya yang lebih gendut dan lebih mirip tikus, yang bernama walabi.

Rock Wallaby, saudara sepupu kanguru

Kanguru dan walabi kadang sulit dibedakan, dan pada transisinya pun masih ada walaru (wallaroo = wallaby + kangaroo), apalagi untuk orang yang tidak tinggal di Australia. Namun akibat setahun lamanya keluar masuk Australia, kami bisa membedakan kedua marsupial ini. Kanguru berbadan tegak, walabi sedikit bungkuk. Kanguru langsing, walabi gendut seperti sekarung kentang. Kanguru tinggi, jenis tertentu bisa mencapai 2 meter, walabi lebih kecil. Wajah kanguru lebih mirip manusia, sedangkan walabi lebih mirip tikus. Nah lo!

Menemui kanguru dan walabi dan beriteraksi dengan mereka tidaklah sulit di Australia. Sydney memiliki banyak mini zoo di mana para marsupial ini dilepaskan untuk melompat-lompat bebas di antara pengunjung. Pengunjung boleh memberi makan dan membelai mereka. Namun saya sangat ingin bertemu mereka di habitat alamiah mereka, daripada di balik tembok, di tengah-tengah hiruk pikuk kota seperti ini.

Bersama kanguru di Sydney

Kanguru dan walabi meskipun sangat lucu, ternyata jumlah mereka begitu banyak dan justru menjadi gangguan bagi para petani. Jumlahnya yang banyak ini membuat kami mengira bahwa kami bakal banyak melihat di kanguru di pinggir jalan selama kami menyetir di pesisir timur Australia. Ternyata selain di outback, menemukan kanguru liar di pinggir jalan tidak begitu mudah. Maksudku setidaknya kanguru yang masih hidup. Hah?

Kanguru melompat di jalanan di malam hari

Ya, sebelum kami menemukan kanguru liar pertama kami yang hidup, kami melihat puluhan di jalan yang mati tertabrak mobil. Duh! Makanya di Australia, banyak rambu lalu lintas kanguru. Tidak hanya ini merugikan kanguru yang tertabrak, tapi bahaya bagi kendaraan dan nyawa kita juga karena kanguru berukuran besar benar-benar bisa bikin mobil kita penyok parah.

Hati-hati banyak kanguru!

Semakin dekat ke outback, semakin banyak kanguru dan walabi liar terlihat dari jalan. Pengalaman marsupial favorit saya adalah di Granite Gorge di negara bagian Queensland. Granite Gorge adalah sebuah nature park yang dikelola secara swasta di sabana dekat kota Mareeba, dengan sebuah sungai yang diapit oleh tumpukan bebatuan berukuran raksasa. Bentuk batu ini lumayan mirip kerikil, tapi diameternya berkali-kali lipat tinggi manusia. Sangat asyik untuk dipanjat-panjat, walaupun bisa sangat licin apalagi setelah terbasahi air hujan.

Granite Gorge

Di bebatuan raksasa ini, tinggal sekelompok rock wallaby yang luar biasa lucunya. Tingginya hanya sekitar 30 cm, tidak tinggi seperti kanguru yang setinggi manusia. Warnanya coklat keabu-abuan, matanya hitam berkilat. Gerakannya sangat lincah, mampu memanjat dinding batu tegak lurus dengan lompatan khas kangurunya.

Hitung ada berapa walabi di foto ini!

Walabi liar ini tinggal di habitat alamiahnya. Senang sekali rasanya mengamati gerak gerik mereka yang begitu lincah di setting bebatuan raksasa ini, benar-benar terintegrasi dengan indahnya dengan alam. Gerak-geriknya, juga warnanya. Bisa pergi berlompatan ke mana pun mereka mau, tak seperti saudara-saudaranya yang terkurung di kota.

Wallabies in love

Walabi yang bebas untuk kesana kemari ini suka dengan kehadiran manusia. Apalagi manusia yang berbunyi kresek-kresek sewaktu mendekat, karena itu menandakan bahwa sekantong makanan walabi ada di tangan mereka. Senang rasanya dapat berkunjung ke rumah alamiah mereka, dan membiarkan mereka makan dari tangan saya.

Kunyah-kunyah

Rupanya makanan walabi yang berbentuk seperti pelet kecil berwarna kecokelatan ini sangat lezat, para walabi sampai terkadang bertarung untuk dapat mendekati kami. Beberapa walabi gendut teramati suka mengusir yang lebih kurus untuk mendekati saya. Kasihan sekali, saya juga ingin memberi makan pada para penakut. Saya sampai harus berkelit dahulu dan Ryan harus membantu saya mengalihkan perhatian para walabi pemberani, supaya saya bisa mendekati para penakut. Pantas saja para walabi pemberani ini jadi gendut, hehe.

Rock wallaby mommy and baby joey

Yang paling sulit adalah memberi makan baby joey di kantung ibunda tercinta. Kesulitan pertama, jumlah mama kanguru berbaby joey tidak terlalu banyak. Kedua, dari yang sedikit ini, hanya 2 yang kepala joeynya muncul dari kantong. Selebihnya, yang di luar kantong malah kaki dan ekornya saja, karena si joey ini sungsang. Faktor ketiga, ya itu tadi, para walabi gendut mengusir pergi yang lainnya. Namun faktor keempat lah yang paling menyebalkan! Ternyata sang ibunda sendiri tidak rela kalau makanan walabi yang lezat ini jatuh ke tangan joeynya, mereka selalu berusaha menghabiskan diri semuanya! Dasar si mamah rakus…

Skala manusia dan batu di Granite Gorge

Setelah kami puas bermain dengan kelompok walabi ini, kami pun mulai mendaki bebatuan ke arah sungai, mengikuti jalur lintas alam yang ditandai dengan bulatan putih kecil setiap beberapa meter. Di atas sebuah batu raksasa, kami bersantai menikmati pemandangan bebatuan di sekitar kami yang sangat aneh. Saya berbaring. Tiba-tiba dua ekor walabi mungil keluar dari sebuah celah di antara batu. Dengan pandangan penasaran, mereka mendekati kami. Perlahan namun pasti. Yang satu mengendus kaki ryan yang sedang berdiri. Entah apa pendapatnya mengenai bau sepatu Ryan, hehe. Yang satu lagi berjalan mendekatiku.

Endus-endus sepatu Ryan, yummy!!

Ia memandang saya dengan mata hitam berkilatnya yang berbulu mata panjang dan lentik, jauh lebih cantik dan ideal daripada bulu mata saya yang lurus dan pendek. Kemudian, hal yang sangat aneh terjadi. Sang walabi mulai memanjat naik kaki saya yang sedang berselonjor di atas batu! Telapak kakinya yang mungil terasa empuk di kulit. Kemudian kaki satunya terperosok jatuh di antara kedua kaki saya, kemudian dia menggapai naik lagi, sehingga akhirnya berdiri dengan nyamannya di atas kedua kaki saya!

Diduduki seekor walabi liar

Kemudian dia penasaran dengan wajah saya. Moncongnya yang kecil dan lembut mengendus-endus pipi saya. Aduh, saya merasa benar-benar beruntung, pernah mengalami diinjak-injak dan dicium oleh walabi lucu liar di alam bebas! I will never forget this!

Dicium walabi

Tags: , , , , , , , , ,

6 Responses to “Bercengkerama dengan Walabi Liar (Saudara Kanguru) di Granite Gorge, Australia”